Spanduk Caleg PKB, Gerindra, dan PPP di Tanjungpinang Dirusak Orang Tak Dikenal
Minggu, 10/03/2019 18:08:40
Spanduk caleg PKB Rini dirusak orang tak dikenal. (Foto: dok)

TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Sedikitnya empat Alat Peraga Kampanye (APK) calon anggota legislatif di Tanjungpinang dirusak orang tak dikenal. Keempat APK di Jl Kota Piring, Tanjungpinang, tersebut masing-masing milik caleg PKB Rini Pratiwi, Gerindra Ismulyono, PPP Sarafudin Aluan dan Laode Iwan Solihin.

Sebelumnya, kasus pencabutan dan perusakan APK sudah ditangani oleh Bawaslu Tanjungpinang. Namun kasus yang ditangani Badan Pengawas Pemilu tersebut tidak membuat lawan- lawan politik sesama caleg antarpartai melakukan kampanye yang santun.

Pantauan di lokasi, APK atau bahan kampanye para caleg di Jalan Kota Piring, dirusak dengan cara menyobek poster mereka dengan benda tajam. Sementara poster maupun spanduk lainnya masih terpasang dengan baik. Bagian wajah pada APK caleg tersebut dirusak sehingga merugikan penampilan caleg untuk mengenalkan diri kepada warga sekitar.

Rini Pratiwi, caleg PKB Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjungpinang Timur, mengaku bahwa dirinya baru mendapat laporan kerusakan APK dan bahan kampanye (BK), kemarin. Menurutnya, ulah oknum yang merusak APK tersebut secara tidak langsung menjadikan persaingan tidak fair Antarasesama caleg. 

"Kami membuat APK dan BK itu menggunakan uang. Sebaiknya di masa kampanye tinggal sebulan ini kita sama-sama menjaga agar Tanjungpinang kondusif," ujar Plt Sekretaris DPC PKB Tanjungpinang itu, Minggu (10/3/2019).

Rini mengatakan, Pemilu 2019 hanya tinggal 30-an hari, jika masing masing caleg merusak APK dan BK milik caleg lainnya yang dianggap kompetitor mereka, maka hal tersebut menyebabkan terjadinya persaingan tidak sehat.

"Untuk itu kami mengimbau agar kita akhiri kampanye ini dengan damai, tertib, saling menghormati, dan tidak melakukan hal-hal yang memancing keributan," ujar dosen di STAI MU ini.

Di Tanjungpinang Timur, jelasnya, memang persaingan sangat kompetitif. Dengan tambahan satu kursi sehingga total dapil Tanjungpinang Timur ada 12 kursi, yang diperebutkan 200 caleg dari belasan partai, tentu peluang masing masing sangat kecil.

Maka, di masa masa inilah caleg memanfaatkan masa kampanye untuk mendekati pemilih. Baik melalui APK, BK, kaos, gelas, dan sarana lainnya.

"Kami dari PKB sudah memberitahu kepada caleg lainnya untuk berkampanye dengan santun. Tidak merusak APK milik orang lain. Karena kalau ketahuan bukan hanya memicu keributan, tapi pelaku bisa dipidana," ujarnya.

Rini berharap, semua pihak bisa menjaga diri. Dan dia berharap kerusakan APK yang dialami  di beberapa tempat dapat menyadarkan pelaku untuk tidak melakukan lagi. Karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan aturan kampanye dan budaya sopan santun warga Tanjungpinang.

"Semoga yang merusak APK saya tidak melakukan lagi. Karena merusak APK saya sama dengan menyanyat wajah saya," ujar Rini yang setiap hari menemui warga di Tanjungpinang Timur itu tegas.

Sementara itu, Sarafudin Aluan mengharapkan tim-tim caleg maupun caleg sama-sama menjaga di akhir masa kampanye untuk tidak melakukan tindakan pidana pemilu.

Ketua DPW PPP Kepri ini juga mengimbau masyarakat atau para caleg tidak merusak APK caleg lain. 

"Kalau tak ketahuan, ya aman saja. Namun kalau ketahuan urusannya ke pidana. Kan mencari masalah sendiri nanti jika kena tangkap dan diproses baru menyesal. Kenapa sih mau rusak benda mati. Jika tak suka kepada yang punya APK caleg tersebut ya jangan dipilih," ujarnya. 

"Marilah kita semua menciptan pemilu sebagai sarana pendewasaan diri dalam demokrasi. Ini pesta rakyat lima tahun sekali yang kita laksanakan. Mari kita jaga bersama agar berjalan dengan baik aman dan lancar," ujarnya. (*)


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   tanjungpinang
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bintan menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan. Warga yang memiliki perigi atau sumur mulai kesulitan mendapatkan air. ..