Amankan 37 Pekerja Migran Ilegal, Polda Kepri Tetapkan Dua Tersangka
Selasa, 12/03/2019 19:38:49
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga menyampaikan pengungkapan kasus tindak pidana People Smugling yang melibatkan dua orang tersangka. (Foto: Humas Polda Kepri)

BATAM, KABARBATAM.com- Jajaran Subdit IV Polda Kepri berhasil mengungkap kasus tindak pidana People Smugling yang melibatkan dua orang tersangka. Pengungkapan ini, polisi mengamankan 37 Pekerja Migran Ilegal (PMI) yang dipulangkan dari Malaysia ke Batam melalui jalur tidak resmi, Selasa (12/3/2019).

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga, mengatakan, kejadian berawal pada Senin (11/3/2019) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Subdit IV Polda Kepri menerima informasi dari masyarakat terkait adanya puluhan Pekerja Migran Ilegal Indonesia dari Malaysia menuju Batam. 

Seluruh pekerja diberangkatkan dari Malaysia ke Batam melalui jalur laut namun non prosedur atau pelabuhan tikus. "Kami langsung melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 20.30 WIB, Subdit IV Polda Kepri berhasil mengamankan 18 orang PMI beserta seorang  pengemudi mobil di halte depan Legenda Malaka Batam Kota," ungkap Erlangga.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengembangan dari penangkapan awal. Seorang tersangka berhasil diamankan. Dia diduga sebagai pengurus yang menampung puluhan pekerja migran ilegal di Perum Bukit Raya, Batam Centre.

"Setelah kita lakukan pengembangan, polisi kembali mengamankan 19 orang PMI korban People Smugling. Satu tersangka ditangkap. Dari keterangan dan pendalaman terhadap korban, mereka datang dari Malaysia menggunakan speed boat, turun pelabuhan ilegal di Tanjung Sengkuang, Batam," tambah Erlangga. 

Dari seluruh rangkaian penyelidikan kasus ini, tambah Erlangga, Polda Kepri berhasil mengamankan 37 pekerja. Mereka merupakan korban, di antaranya sebanyak 32 orang laki-laki dan lima orang perempuan.

"Dua orang ditetapkan tersangka yakni MR alias E selaku pengurus yang menampung puluhan PMI dan rekannya berinisial MM alias M. Dia juga pengurus dan juga menampung pekerja migran ilegal," tambahnya. 

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 120 UU RI No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, Kompol Dhani Catra Nugraha, menambahkan, tersangka sudah melakukan aktivitas pengiriman dan menampung Pekerja Migran Ilegal dari Malaysia menuju Indonesia, kurang lebih selama enam tahun. 

"Namun tidak secara rutin, kadang ada saatnya kapan para PMI datang. Jadwal tergantung dari Malaysia karena di sana ada jaringan yang selalu komunikasi jika ada pekerja migran yang akan kembali dari Malaysia ke Indonesia," ungkap Dhani. 

Banyak pekerja migran tidak dilengkapi dokumen (paspor dan visa kerja) yang sah sehingga menggunakan jalur tidak resmi ketika akan pulang ke Indonesia.

Dari Malaysia, para pekerja tersebut melewati daerah kota tinggi, sebelum mencapai ke pantai melalui jalur hutan sepanjang 1 km.  Setelah sampai bibir pantai, kata Dhani, mereka harus menuju ke laut sekitar 100 sampai 150 meter. "Mereka sudah ditunggu kapal yang akan mengangkut mereka ke Indonesia," ujarnya. (yun)


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   batam
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bintan menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan. Warga yang memiliki perigi atau sumur mulai kesulitan mendapatkan air. ..