Dikepung F1QR TNI AL, Penyulundup Baby Lobster senilai Rp37 Miliar Melarikan Diri
Kamis, 14/03/2019 14:08:06
Komandan Lantamal IV Laksma TNI Arsyad Abdullah menunjukkan barang bukti baby lobster yang berhasil diamankan Tim F1QR di perairan Sugi, Batam. (Foto: Kabarbatam.com/Yuyun)

BATAM, KABARBATAM.com- Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I berhasil menggagalkan penyelundupan baby lobster dengan total kerugian sekitar Rp37 miliar. Baby lobster tersebut diamankan di perairan Sugi, Batam, Rabu (13/3/2019).

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Arsyad Abdullah, mengatakan, tim gabungan F1QR Koarmada I yang terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamla Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam berhasil menggagalkan penyelundupan baby lobster dari Batam ke Singapura menggunakan speed boat, pada Selasa (12/3/2019).

"Berdasarkan informasi intelijen di lapangan, Tim mengamankan speed boat tersebut dengan barang bukti baby lobster sebanyak 44 kotak sterofoam coolbox. Diperkirakan berisi sekitar 264.000 ekor baby lobster," ungkap Arsyad Abdullah, saat konferensi pers di Dermaga Lanal Batam, Rabu (13/3/2019).

Tim F1QR segera melakukan upaya penyekatan dengan membagi sektor, dan membuahkan hasil dengan terlihatnya speed boat yang melaju kencang di sekitar perairan Sugi, Batam, yang mengarah ke Singapura.

Tim F1QR melakukan pengejaran dengan menggunakan dua speed boat mulai dari perairan Sugi sampai di perairan Teluk Bakau. Saat pengejaran, Tim F1QR melihat dua buah speed boat panjang ± 16 m, lebar 3,5 m dengan kecepatan tinggi dan memutuskan melakukan pengejaran salah satu speed boat tersebut karena kalah kecepatan.

“Pengejaran difokuskan kepada speed boat yang terlihat membawa barang bukti berupa coolbox sterofoam warna putih. Karena merasa terkepung oleh dua speed boat Tim F1QR, akhirnya speed boat tersebut menabrakan ke arah area bakau sehingga berhasil diamankan oleh Tim F1QR," ungkap Arsyad.

Ia menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan, tim berhasil menemukan barang bukti, berupa 1 buah speed boat tanpa nama bermesin 3 X 200 PK warna biru tua, lunas warna merah.

Speed boat tersebut, tambah Arsyad, bermuatan 44 kotak sterofoam coolbox yang 1 kotaknya berisi 30 plastik. Di dalamya terdapat baby lobster 200 ekor. "Sementara untuk pelaku tidak dapat ditangkap karena berhasil melarikan diri," ujarnya. 

Hasil dari pencacahan Kantor Balai Karantina KKP Batam, terdapat 235.438 ekor (41 sterofoam) baby lobster jenis pasir dan 9.664 ekor (3 sterofoam) jenis mutiara.

"Harga baby lobster jenis pasir Rp150.000 per ekor sehingga jumlah total Rp35.315.700.000. Sedangkan harga baby lobster jenis mutiara Rp200.000 per ekor sehingga total berjumlah Rp1.932.800.000," urai Arsyad. 

Sehingga total kerugian yang berhasil diselamatkan negara dari kasus penyelundupan baby lobster Rp37.248.500.000 dari total 245.102 ekor baby lobster.

Untuk selanjutnya Lanal Batam berkoordinasi dengan instansi terkait MKP melalui pimpinan BKIPM Batam, akan dilaksanakan pelepas liaran/konservasi baby lobster di wilayah Natuna di daerah Pulau Sedanau bekerjasama dengan BPSPL. (yun) 


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   batam
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bintan menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan. Warga yang memiliki perigi atau sumur mulai kesulitan mendapatkan air. ..