Tersangka RS Diberi Biaya operasional Rp5 Juta untuk Menembak Jaksa Bintan
Jumat, 15/03/2019 17:41:00
Wakapolres Tanjungpinang Kompol Sujoko, S.I.K, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Efendri Ali saat menggelar konpres penangkapan tersangka, di Polres Tanjungpinang, Jumat (15/3/2019). (Foto: Suarasiber.com)

TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Jajaran Polres Tanjungpinang meringkus RS, tersangka kasus kepemilikan senjata api tanpa izin dan percobaan pembunuhan yang direncanakan. Senjata api yang ada pada tersangka akan digunakan untuk menembak seorang JPU (Jaksa Penuntut Umum) di Kejaksaan Negeri Bintan. 

Wakapolres Tanjungpinang Kompol Sujoko, S.I.K, MH, mengungkapkan, tersangka yang ditangkap adalah RS, berusia 25 tahun, alamat Villa Mukakuning, Batam. RS merupakan seorang residivis.

Dalam operasi penangkapan tersangka, kata Sujoko, polisi menyita barang bukti; satu pucuk senjata api serta empat butir amunisi, satu unit mobil merek Toyota Avanza warna hitam, satu unit handphone, satu buah kartu ATM, dan sejumlah uang tunai.

Kronologi pengungkapan kasus ini, pada Selasa, 12 Maret 2019 sekira pukul 08.00 WIB, Unit Jatanras Polres Tanjungpinang mendapatkan informasi dari masyarakat terkait seorang laki-laki memiliki senjata api ilegal. Unit Jatanras Polres Tanjungpinang melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut. 

"Kami lalu memantau keberadaan laki-laki tersebut yang sedang berada di seputaran Jalan Ahmad Yani Km. 5 Tanjungpinang. Dia diketahui mengendarai mobil merek Toyota Avanza warna hitam," ujar Sujoko, didampingi Kasat Reskrim AKP Efendri Alie, MH dan Ps. Kasubbag Humas IPTU G. Suratman.

Tepatnya di simpang Traffic Light lapangan Pamedan Jl. A. Yani Tanjungpinang, Unit Jatanras Polres Tanjungpinang menyergap dan langsung mengamankan seorang laki-laki berinisial RS. "Polisi langsung menggeledah dan ditemukan satu pucuk senjata api berikut empat butir amunisi," ujarnya. 

Selanjutnya dilakukan interogasi terhadap RS. Saat diinterogasi, senjata api tersebut akan digunakan oleh RS untuk melakukan penembakan terhadap seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejari Bintan atas suruhan seseorang berinisial I yang merupakan warga binaan Lapas Kelas I A Tanjungpinang yang terletak di KM. 18 Kijang.

"RS diberikan uang sebesar Rp5.000.000 untuk biaya operasional. Senjata api tersebut diperoleh RS dari pria berinisial I melalui orang suruhan saudara I yang meletakkan senjata api tersebut di dalam mobil merek Toyota Avanza warna hitam," urai Sujoko. 

RS pun mencari tahu identitas JPU yang akan menjadi sasaran penembakan. Dia melacak alamat dan tempat tinggal, kendaraan yang digunakan sampai melakukan pengintaian di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang saat JPU tersebut melakukan kegiatan persidangan.

Namun sebelum RS melaksanakan aksinya menembak JPU, tersangka RS berhasil ditangkap oleh Unit Jatanras Polres Tanjungpinang. Selanjutnya RS dan barang bukti tersebut dibawa ke Polres Tanjungpinang untuk proses penyidikan.


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   batam
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bintan menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan. Warga yang memiliki perigi atau sumur mulai kesulitan mendapatkan air. ..