Dua WNI Jadi Korban Penembakan di Kota Christchurch Selandia Baru
Jumat, 15/03/2019 20:23:10
Petugas medis mengevakuasi korban penembakan di Masjid An-Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru. (Foto: Jawa Pos)

KABARBATAM.com- Sebanyak 49 orang meninggal dalam aksi penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. Pelaku penembakan menyebut namanya sebagai Brenton Tarrant. Nama itu mengarah pada seorang pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia.  

Dubes RI untuk Selandia Baru di Wellington, Tantowi Yahya, menyatakan, ada 2 warga negara Indonesia (WNI) turut menjadi korban luka dalam serangan itu. "Informasi terbaru, ada dua WNI yang menjadi korban," kata Tantowi Yahya, Jumat (15/3/2019). 

Dua WNI tersebut terdiri dari ayah dan anak. "Seorang bapak dan anaknya, yang solat di masjid tersebut. (Identitas) belum bisa kami sampaikan," tutur Tantowi. 

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyebut telah memerintahkan KBRI Wellington untuk mencari kabar tiga warga negara Indonesia (WNI) yang hingga saat ini belum bisa dikontak. Tiga WNI tersebut berada di dalam masjid saat penembakan terjadi. Dia pun mengimbau warga Indonesia lainnya untuk berhati-hati.

"Ya berhati-hati lah, karena itu negara yang selalu aman, selalu dikatakan aman. Dan justru dikatakan sangat Islami karena hubungan antara manusia paling baik," kata JK.

Sementara itu, adapun WNI yang menjadi korban penembakan di masjid New Zealand (Selandia Baru) adalah Zulfirmansyah dan anaknya. Mereka baru dua bulan tinggal di negara tersebut untuk mengikuti istri Zulfirmansyah yang mendapat pekerjaan di negara tersebut.

"Baru dua bulan pindah domisili (ke Selandia Baru). Istri Zul itu orang Amerika Serikat, keduanya menikah 2-3 tahun lalu, punya anak satu," ujar Ketua Sakato Art Community, Erizal As, Jumat (15/3/2019).

Ia mengatakan, mereka pindah ke Selandia Baru karena istri Zul mendapatkan rekomendasi atau peluang besar kerja di Selandia Baru dari negara Amerika Serikat. "Karena istrinya kerja di sana sesuai rekomendasi, jadi Zul ikut menemani (di Selandia Baru)," ucapnya.

Dua WNI yang menjadi korban penembakan di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru masih dirawat rumah sakit. Salah satu korban, Zulfirmansyah, tengah menjalani operasi karena tertembak di bagian paru-paru. Begitu pula dengan anaknya yang luka terkena tembakan.

Erizal As mengatakan, Zulfirmansyah merupakan teman sekaligus anggota komunitas Sakato. Sedangkan satu orang korban lagi merupakan anak dari Zulfirmansyah. "Info terakhir sekarang dirawat di Rumah Sakit dan sedang dioperasi," ujarnya.

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta membenarkan bahwa korban penembakan di New Zealand, Zulfirmansyah, adalah alumni ISI. ISI mengecam pelakunya sebagai pengecut serta biadab.

"Iya betul, (Zulfirmansyah) alumni ISI, anak lukis itu, jurusannya seni murni. Kalau tidak salah dia angkatan tahun 1997, sekitar itulah," ucap Pembantu Rektor 3 ISI Yogyakarta, Anusapati.

Terkait peristiwa itu, Jokowi bersama warga mendoakan korban penembakan di masjid, Selandia Baru. Usai menjalani kunjungan kerja di Kabupaten Humbang Hasundutan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Setibanya di Deli Serdang, Jokowi mengikuti doa dan zikir bersama Satukan Negeri. Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainul Majdi turut hadir dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan ini Jokowi dan TGB mengajak masyarakat yang hadir untuk mendoakan warga yang menjadi korban akibat aksi brutal penembakan di dalam Masjid Annur di Selandia Baru. 

"Kita bacakan Alfatihah untuk syuhada yang meninggal di New Zealand. InsyaAllah waktu yang baik diijabah doanya antara waktu Ashar dan Magrib," kata TGB.

Ketua DPR Kutuk Aksi Penembakan

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk keras aksi penembakan di masjid Selandia Baru. Dalam insiden tersebut, ada dua WNI yang menjadi korban.

"Saya mengutuk keras tindakan biadab penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat waktu setempat," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Jumat (15/3/2019).

Dia mengaku telah menghubungi Dubes RI untuk Selandia Baru di Wellington, Tantowi Yahya. Bamsoet meminta dua WNI yang jadi korban penembakan itu mendapatkan prioritas penanganan.

"Agar memprioritaskan penanganan warga Indonesia yang menjadi korban. Sambil juga memastikan keselamatan warga Indonesia lainnya yang sedang berada di Selandia Baru, khususnya 331 warga Indonesia di Kota Christchurch, yang 134 di antaranya merupakan mahasiswa," ujar dia. (*)


Sumber  : Detik.com
Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   internasional
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bintan menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan. Warga yang memiliki perigi atau sumur mulai kesulitan mendapatkan air. ..