Ditahan KPK, Ketum PPP Romahurmuziy Beri Kertas Bertuliskan; Saya Dijebak
Sabtu, 16/03/2019 14:22:17
Ketum PPP Rommy dikawal petugas saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, malam tadi. (Foto: Jawa Pos)

JAKARTA, KABARBATAM.com- Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau akrab disapa Rommy ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rommy terjerat kasus dugaan terlibat suap terkait jual-beli jabatan di Kementerian Agama. 

Usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Rommy mengaku merasa dijebak terkait OTT yang dilakukan KPK di Surabaya, Jawa Timur. Rommy lalu memberikan kertas berisi tulisan pernyataannya. 

"Saya merasa dijebak tapi detail ada di sini (tulisan kertas)," kata Rommy saat keluar dari gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). 

Rommy menyebut kasus yang menjeratnya sebagai risiko sebagai pemimpin. "Saya merasa dijebak risiko sebagai pemimpin, yang memperjuangkan nasionalisme, moderat, dan religius. Nasionalisme religius yang moderat," tuturnya.

Romahurmuziy saat ini sudah ditahan KPK. Dia keluar mengenakan rompi oranye, baju tahanan KPK. 

Minta Maaf kepada TKN 

Terkait penangkapannya, Rommy minta maaf kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres dan Cawapres Joko Widodo-Maruf Amin atas kejadian yang bikin heboh ini. 

"Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini," kata Rommy lewat surat yang dibagikan kepada wartawan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Rommy telah keluar dari gedung KPK setelah diperiksa 1X24 jam oleh KPK. Ketum PPP ini mengenakan rompi oranye. Dia mengatakan akan memikirkan langkah-langkah terkait kasus yang menjeratnya.

"Inilah risiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya," ucap dia.

Dalam surat tersebut, Rommy juga meminta maaf kepada warga PPP atas seluruh dampak yang muncul setelah dia ditangkap di Surabaya, Jumat (15/3/2019) kemarin. Dia meminta para kader terus berjuang untuk menghadapi Pemilu yang sudah di depan mata.

"Kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air, rekan-rekan pengurus DPP, DPW, DPC, PAC, dan ranting: saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini," ujarnya. 

"Jangan kendurkan perjuangan karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari. Saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dan mampu untuk melewati ambang batas parlemen," tuturnya.

Rommy juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya. Dia mengatakan yang dialaminya tidak seperti yang tampak di media.

"Kepada kakak adik keluarga besar, terkhusus istri dan anakku tercinta, ayah mohon maaf atas sebesar-besarnya atas segala kesedihan, kerepotan, dan perasaan yang kalian terima. Dengan seluruh perasaan ayah yang masih tersisa saat ini, dengan segala ketulusan, ayah mohon keyakinan kalian bahwa apa yang sesungguhnya terjadi tidaklah seperti yang tampak di media. Ikhlaskanlah takdir yang menimpa ayah sebagai pemimpin saat ini," ucap dia.

Rommy ditangkap bersama lima orang lain. Dia diduga terlibat suap terkait jual-beli jabatan di Kementerian Agama. Rommy ditangkap KPK di Surabaya kemarin dan langsung diamankan ke Polda Jatim untuk dimintai keterangan. 

Rommy selanjutnya dibawa KPK ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Rommy saat ini sudah ditahan KPK. (*)



Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   nasional-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bintan menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan. Warga yang memiliki perigi atau sumur mulai kesulitan mendapatkan air. ..