Anambas Defisit Rp30 Miliar Menjelang Pembahasan APBD-P 2016
Selasa, 30/08/2016 22:05:10
Ilustrasi

KABARBATAM.COM, ANAMBAS - Beberapa daerah di Provinsi Kepri mengalami defisit. Hal itu juga dialami Kabupaten Kepulauan Anambas. Menjelang pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan(APBD-P) 2016, keuangan Anambas dipastikan defisit puluhan miliar rupiah.

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengatakan bahwa  menjelang APBD-Perubahan, keuangan Anambas berkurang berkisar Rp30 hingga Rp40 miliar dari Rp979 miliar yang diketuk pada APBD murni.

Haris menegaskan, pihaknya telah menyampaikan Kebijakan Umum APBD, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) kepada DPRD Anambas dengan asumsi anggaran yang bersifat sementara.

"Itu hanya asumsi sementara, sifatnya belum final. Kalau sudah diketuk, baru tahu berapa angkanya. Tetapi yang dikhawatirkan jika Pemerintah Pusat menunda penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Migas,maka keuangan Anambas semakin merosot. Karena ada juga wacana, Pemerintah Pusat akan menunda penyaluran DBH Migas. Padahal DBH Migas kita cuma Rp7,6 miliar, itu sangat kecil. Yang kami harapkan dari DBH non-migas," terangnya, Selasa (30/8/2016).

‎Haris mengharapkan, Pemerintah Pusat selektif memilah kabupaten/ kota yang ditunda penyaluran DBH migas. Pasalnya, Anambas tidak memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar. "Kami paham kalau keuangan pusat sedang sulit, tapi dipilihlah kabupaten/kota yang memiliki PAD besar untuk ditunda penyaluran DBH-nya," tuturnya.

"Makanya, saat ini, kami mendorong sektor pariwisata dan perikanan ke pusat, dengan harapan pusat membantu kebutuhan kita, sehingga dapat juga mendongkrak PAD dari sektor itu. Kalau pariwisata dan perikanan jalan, tentu akan membantu perekonomian daerah," tegasnya.‎

Sementara, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Kabupaten Kepulauan Anambas mengakui, pihaknya telah berunding dengan DPRD tentang asumsi angka APBD-Perubahan. Pihaknya juga telah membuat asumsi APBD-Perubahan pada angka Rp939 miliar, dari Rp979 APBD murni yang diketuk.

"Kita akan mengalami defisit berkisar Rp40 miliar, namun itu masih asumsi. Tapi jika Menteri Keuangan menunda penyaluran DBH Migas, maka pengurangannya bisa mencapai Rp60-70 miliar. Kita menunggu hingga minggu depan, terkait keputusan Menkeu, apakah Anambas masuk dalam penundaan penyaluran DBH itu atau tidak," terangnya.

Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   anambas
BERITA TERKAIT
BP BATAM
JAKARTA, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam sebentar lagi memiliki Biro Ekonomi Kreatif. Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru BP Batam tersebut sudah dikaji dan didalami Kementerian ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Gubernur Kepulauan Riau (Kepri)  akan memanggil dinas terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri untuk membahas Upah Minimum Provinsi (UMP) ..