Connect with us

Headline

188 WNI di MV World Dream Dievakuasi di Selat Durian Karimun, Seluruhnya Negatif Corona

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

F32560544

Karimun, Kabarbatam.com – Sebanyak 188 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK)  di kapal pesiar MV World Dream akhirnya dievakuasi oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Setelah tertahan ditengah laut dan menerima penolakan dari berbagai negara, akhirnya 188 WNI Anak Buah Kapal MV World Dream tersebut dapat dievakuasi yang diketahui difasilitasi oleh TNI Angkatan Laut Republik Indonesia.
Dilansir dari Akun Instagram Resmi milik TNI AL yakni @tni_angkatan_laut ,evakuasi WNI Anak Buah Kapal MV. World Dream menuju KRI dr. Soeharso-990 dilakukan di Perairan Selat Durian, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau,pada hari Rabu (26/2/2020).
Total WNI ABK MV World Dream yang dievakuasi berjumlah 188 orang terdiri dari 172 laki-laki dan 16 perempuan, dan seluruhnya telah dinyatakan negatif terjangkit Virus Corona.
Dilaporkan, Proses evakuasi 188 WNI ABK MV World Dream berjalan dengan baik dan lancar. Transfer personel dilakukan dua sortie dengan menggunakan Transfer Boat MV World Dream menuju KRI dr. Soeharso. Para ABK tersebut diterima di KRI dr.Soeharso dengan melalui prosedur pemeriksaan sesuai SOP protokol medis.
Presiden RI Joko Widodo melalui Juru Bicara Fadjroel Rachman menegaskan baik kapal Diamond Princess di Hubei maupun kapal MV World Dream akan mendapat perlakuan yang sama.
“Perlakuan sama terhadap WNI berlaku baik yang di Provinsi Hubei, kapal Diamond Princess, maupun yang berada di kapal MV World Dream akan mendapat perlakuan yang sama, tidak ada seorang pun yang akan ditinggalkan pemerintah. Dan itu keputusan politik yang sudah diambil oleh Presiden Indonesia Joko Widodo” ujar M. Fadjroel Rachman Jubir Presiden RI di akun resmi instagramnya.
Dalam proses evakuasi tersebut, TNI AL bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, Balai Besar
Laboratorium Kesehatan (BBLK) Jakarta dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta.
Dilaporkan selanjutnya 188 WNI tersebut akan dipindahkan menuju Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, dan diperkirakan akan tiba tanggal 28 Februari untuk diobservasi selama 14 hari dibawah pengawasan Kemenkes RI sesuai protokol WHO. (Gik)

Advertisement

Trending