Ini Kronologi Penangkapan Pejabat Pemprov Kepri Bawa Sabu Senilai Rp8 Miliar

Kapolda Jambi Muchlis AS saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkotika oleh empat tersangka, di Mapolda Jambi. (Foto: Metrojambi)

JAMBI, KABARBATAM.com– Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi menangkap empat orang pelaku tindak pidana narkotika, Senin (13/5/2019). Keempatnya ditangkap saat membawa barang bukti sabu seberat 1,3 kg dan 12.511 ribu butir ekstasi asal Malaysia.

Keempat tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda. Keempatnya, adalah; MRA (38), AG (38), warga Bintan, Provinsi Kepri, dan MR (27) dan ER (29), warga Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Provinsi Jambi.

Satu tersangka, yakni MRA adalah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemprov Kepulauan Riau (Kepri). Ia merupakan pejabat Eselon IV Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau. Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengatakan, para tersangka adalah jaringan narkoba international.

“Satu tersangka, yaitu AG (38), terpaksa kita tembak di paha bagian kiri karena mencoba melarikan diri saat akan ditangkap,” kata Muchlis AS di Mapolda Jambi, Jalan Jenderal Sudirman, Thehok, Jambi, Selasa (14/5/2019).

Kapolda mengatakan, penangkapan para pelaku dilakukan di Rumah Makan Garang Asem, Paal 10 Kota Jambi, dan Pos PJR Unit III perbatasan Jambi-Sumatera Selatan. Dari penangkapan keempatnya, kata Muchlis, polisi menyita barang bukti diduga narkotika jenis sabu seberat 1,3 kg dan 12.511 butir pil ekstasi.

“Barang bukti yang kami amankan tersebut kurang lebih senilai Rp8 miliar,” ujar Muchlis, yang didampingi Direktur Resnarkoba Polda Jambi Kombes Pol Eka Wahyudianta dan Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi.

Muchlis mengungkapkan, barang bukti narkotika yang disita jajarannya dibawa dari Kepri dengan tujuan Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Narkotika itu rencananya akan diedarkan di Palembang, dan Jambi sebagai jalur perlintasannya.

“Sabu dan ekstasi itu dibawa oleh tersangka dengan menggunakan dua unit mobil saling beriringan. Satu mobil tugasnya membawa dan satu mobil lagi tugasnya mengawal,” kata Muchlis. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan dan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here