Potensi Batam Luar Biasa Bikin Lukita dan SIPP! Optimis Pertumbuhan Ekonomi Capai 7%

Batam, Kabarbatam.com – Tiga bakal calon kepala daerah, baik gubernur dan walikota menandatangani kontrak politik Pertumbuhan Ekonomi 7%, di Graha Kepri, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (1/11/2019). 

Ketiga bakal calon tersebut masing-masing; calon Gubernur Kepri Soerya Respationo dan Isdianto, serta bakal Calon Walikota Batam Lukita Dinarsyah Tuwo. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam Jadi Rajagukguk mengatakan, Kadin Batam tidak berniat masuk dan terlibat dalam politik praktis. 

Mengingat, Kadin merupakan mitra Pemerintah dan dunia usaha, dimana tugas utamanya adalah membantu Pemerintah dalam menumbuhkan kembangkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya masing-masing.

“Ke depan, kadin tidak hanya membantu Pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi juga membantu memetakan siapa saja calon pimpinan kepala daerah yang mampu dan siap bersama-sama kadin untuk membangun Batam dan khususnya Kepri. Salah satunya dengan peningkatan ekonomi kerakyatan yang harus dibangkitkan,” jelasnya.

Batam ini, tambahnya, hampir 60 persen tergantung dari perekonomian dunia. Manakala ekonominya terganggu, maka ekonomi daerah juga turut terganggu. 

Oleh karena itu, pihaknya berharap calon kepala daerah nantinya bisa pro-dunia ekonomi dan pro-dunia usaha.

“Dan hal ini, secara tidak langsung akan mendongkrak kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Khususnya di kawasan hinterland yang sampai saat ini belum terjamah dengan baik,” terangnya. 

Hal senada juga diungkapkan, Ketua Kadin Kepri Ahmad Ma’ruf Maulana. Menurutnya, dengan adanya tantangan pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen ini diharapkan akan hadir kepala daerah yang memiliki kualitas terbaik. 

“Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 7 persen ini sebenarnya tidak susah. Semuanya harus dipermudah, dipercepat dan jangan sampai dihambat,” ujarnya.

“Kami menginginkan sosok dan tokoh yang bisa berkomitmen dengan dunia usaha. Dalam hal ini, saya yakin para pemimpin nanti bisa membuat pertumbuhan,” jelasnya.

Sementara itu, Bakal Calon Kepala Daerah Lukita Dinarsyah Tuwo menyambut baik tantangan minimal 7 persen tersebut. Dimana hal tersebut, nantinya akan menjadi sebuah ‘cambuk’ dalam melakukan perubahan.

“Saya optimis, mengingat komitmen kota Batam juga didukung oleh bakal calon gubenur yang berkualitas. Jadi saya kira kebersamaan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi ini, tidak akan sulit untuk bisa direalisasikan. Apalagi, Batam dan Kepri memiliki potensi yang sangat luar biasa dan saat ini saya yakini belum digali dengan maksimal,” jelas Lukita.

Di sisi lain, Bakal Calon Kepala Daerah Soerya Respationo mengaku untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 7 persen, bukan hanya sebuah tantangan dari Kadin saja. 

Akan tetapi sebuah tantangan yang lebih besar yang diberikan oleh seluruh masyarakat Batam dan Provinsi Kepri.

“Insya Allah jika nanti kita diberikan amanah, Soerya-Isdianto Pasti Paten (SIPP!) optimis mampu mewujudkannya,” kata Soerya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kondisi perekonomian di Batam dan Kepri saat ini memunculkan kekhawatiran bagi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Kepri (Kepri) dan beberapa kadin di bawahnya. 

Mengingat, apabila prediksi di bawah 5 persen ini benar-benar terjadi, maka akan mempengaruh berbagai sektor.

“Kadin Provinsi Kepri dan seluruh jajaran di bawahnya, sangat khawatir. Apabila pertumbuhan ekonomi berada di bawan persentase tersebut, tentunya akan mempengaruhi berbagai lini sektor perekonomian. Di antaranya, sektor property, Industri, hingga mall dan perhotelan. Dan tentunya, akan mengalami ketidak sesuaian dari apa yang akan diharapkan,” terang Ma’ruf.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya ‘menantang’ para calon-calon yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan maju di Provinsi, Kota maupun Kabupaten, untuk bisa membikin pertumbuhan ekonomi di Kepri diatas minimal 7 persen. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here