Inflasi Kepri pada Oktober 2019 Sebesar 2,38% (yoy)

Batam, Kabarbatam.com– Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2019 tercatat mengalami deflasi. Deflasi Kepri pada Oktober 2019 tercatat sebesar 0,27% (mtm), tidak sedalam bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,49% (mtm). 

Sementara itu, IHK Nasional tercatat mengalami inflasi sebesar 0,02% (mount to mount/mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,27% (mtm). 

Wakil Ketua TPID Provinsi Kepri Eko Waluyo Purwoko mengatakan, secara tahunan, inflasi Kepri pada Oktober 2019 tercatat sebesar 2,38% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,82% (yoy) maupun inflasi tahunan Nasional pada Oktober 2019 sebesar 3,13% (yoy). 

“Dengan perkembangan tersebut, inflasi Kepri hingga Oktober 2019 tercatat sebesar 0,78% (ytd) atau masih berada dalam kisaran sasaran inflasi 3,5 ± 1% (yoy) pada akhir tahun 2019,” ungkap Eko.

Deflasi Kepri pada Oktober 2019 bersumber dari penurunan harga pada kelompok bahan makanan dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan meskipun tidak sedalam bulan sebelumnya. Kelompok bahan makanan mengalami deflasi 1,06% (mtm) dengan andil -0,24% (mtm). 

Komoditas utama penyumbang deflasi pada kelompok bahan makanan adalah cabai merah dan cabai rawit yang kembali mengalami deflasi pada Oktober 2019 masing-masing sebesar 14,92% (mtm) dan 16,92% (mtm) dengan andil masing-masing -0,24% (mtm) dan -0,05% (mtm).

Pada bulan sebelumnya cabai merah dan cabai rawit juga mengalami deflasi yang lebih dalam masing-masing sebesar 19,25% (mtm) dan 25,00% (mtm). Penurunan harga cabai merah dan cabai rawit seiring dengan makin banyaknya pasokan selama masa panen di berbagai sentra pemasok ke Kepri seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

Sementara itu, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,34% (mtm) dengan andil -0,07% (mtm). Adapun penurunan harga pada kelompok ini bersumber dari penurunan tarif angkutan udara yang kembali mengalami deflasi sebesar 2,00% (mtm) dengan andil sebesar -0,08% (mtm) meskipun tidak sedalam bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 5,87% (mtm) dengan andil -0,24% (mtm). 

Eko menuturkan, secara spasial, Batam dan Tanjungpinang mengalami deflasi. Deflasi Batam pada Oktober 2019 tercatat sebesar 0,27% (mtm) atau inflasi 2,42% (yoy), sementara Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 0,27% (mtm) atau inflasi 2,14% (yoy). 

Komoditas utama penyumbang deflasi Batam adalah cabai merah, angkutan udara dan cabai rawit, sementara komoditas utama penyumbang deflasi di Tanjungpinang adalah cabai merah, cabai rawit dan ikan selar/tude.

Mencermati perkembangan inflasi terkini, IHK Kepri pada November 2019 diperkirakan akan mengalami inflasi. Perlu diwaspadai beberapa risiko inflasi ke depan, namun diperkirakan akan tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional pada 2019 yaitu sebesar 3,5 ± 1% (yoy).

Beberapa potensi risiko pendorong inflasi di Kepri pada November 2019 antara lain: (i) peningkatan permintaan tiket angkutan udara menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru yang berpotensi mendorong kenaikan tarif angkutan udara sehingga memicu inflasi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (angkutan udara); (ii) curah hujan dan gelombang tinggi dapat memicu kelangkaan pasokan ikan segar, menghambat jalur distribusi bahan makanan serta berdampak pada produksi sayuran sehingga mendorong inflasi pada kelompok bahan makanan;

(iii) potensi kenaikan komoditas bawang merah seiring dengan musim tanam yang mundur akibat kemarau yang lebih panjang pada sentra pemasok; serta (iv) masih berlanjutnya tren peningkatan harga emas dunia yang dapat memicu kenaikan inflasi pada kelompok sandang (emas perhiasan).

Langkah pengendalian inflasi tahun 2019 mengacu kebijakan 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif). Penguatan koordinasi serta sinkronisasi kebijakan dilakukan untuk pengendalian harga dan diharapkan inflasi Kepulauan Riau tahun 2019 dapat tetap terjaga dan mendukung capaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 ± 1%.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here