Kadin Kepri Bertolak ke AS Tandatangani Kerja Sama Investasi

Batam, Kabarbatam.com– Delegasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri akan bertolak ke Amerika Serikat (AS) untuk melakukan penandatagangan kontrak kerja sama, antara perusahaan Amerika, QPAC dengan perusahaan Indonesia. 

Perusahaan asal Amerika ini resmi berinvestasi di Indonesia, tepatnya di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut mencapai USD50 juta. 

“Kami akan berangkat ke Amerika untuk melakukan kontrak kerja sama dengan perusahaan Amerika. Perusahaan tersebut resmi berinvestasi di Batam,” ungkap Ketua Kadin Provinsi Kepri Akhmad Maruf Maulana, Minggu (10/11/2019).

Delegasi Kadin Provinsi Kepri yang berangkat ke AS, antara lain; Ketua Kadin Provinsi Kepri Akhmad Maruf Maulana, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Yustinus, Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata Bu Aling Mulyana, dan Ketua Kadin Kota Batam Jadi Rajagukguk.

Maruf mengatakan, penandatangan kerja sama investasi nanti akan dilakukan anatara perusahaa Amerika yakni QPAC dengan PT O Ok Perkasa. Perusahaan asing tersebut akan menempati salah satu industri atau pabrik di Wiraraja Industrial Park, Kabil, Punggur, Kota Batam.

Maruf menambahkan, Perusahaan QPAC akan memproduksi street film dan lakban serta isolasi. Semua produk yang dibuat di Batam selanjutnya diekspor ke America. “Perusahaan ini 100 persen berorientasi ekspor,” kata Maruf.

Maruf berharap agar investor asing yang masuk ke Batam mendapat kenyamanan  dan kemudahan berinvestasi. “Kami minta pemerintah memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi investor, tidak dipersulit atau tidak ‘dibegal’ agar investor benar-benar nyaman berinvestasi di Batam,” ungkapnya.

“Untuk tahap awal, jumlah tenaga kerja yang akan terserap di industri ini sebanyak 400-500 orang,” pungkas Maruf.

Sekadar diketahui, Amerika Serikat merupakan mitra dagang terbesar keempat bagi Indonesia, setelah China, Jepang dan Singapura. 

Total perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat meningkat dalam dua tahun terakhir. Total perdagangan kedua negara mencapai USD28,62 miliar pada 2018. Jumlah ini meningkat sebesar 10,42% dari USD25,92 miliar di tahun 2017. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here