Satu Orang Meninggal dan Satu Lainnya Hilang saat Kapal BC Tabrakan dengan Speedboat

Batam, Kabarbatam.com– Satuan Tugas Patroli Laut (Satgas Patla) DJBC Kanwil Kepri mengalami insiden dengan sebuah speedboat yang dikemudikan warga di sekitar perairan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (1/12/2019). 

Dalam insiden tersebut, seorang warga berinisial BS meninggal dunia dan seorang lainnya yakni nakhoda speedboat berinisial AC terhempas ke laut dan belum ditemukan. 

Selain dari pihak warga, seorang petugas Bea Cukai juga terluka dalam kejadian itu. Belum diketahui persis kronologi kejadian tersebut. Dari informasi yang diperoleh DJBC Kanwil Kepri bahwa akan adanya kegiatan penyelundupan BKC/MMEA modus ship to ship dengan High Speed Craft di perairan selat Singapura.

Sehingga DJBC Kanwil Kepri mengerahkan Tim Satgas Patla untuk melalukan pencegahan. Namun informasi bahwa speedboat yang dikejar petugas tersebut akan merupakan kegiatan pemyelundupan dibantah Akhmad Rosano, Ketua Umum DPP LSM Suara Rakyat Keadilan (SRK).

Kepada Kabarbatam.com, Ahmad Rosano yang sempat melakukan investigasi terkait kejadian itu, di lokasi pelabuhan di Batuampar, mengatakan bahwa speedboat itu tidak melakukan kegiatan penyelundupan. 

“Tidak ada kegiatan penyelundupan. Speedboat itu tidak mengangkut apapun. Di atas speedboat hanya ada empat orang yang hendak berangkat ke Malaysia,” ujarnya. 

Rosano menuturkan, kejadian bermula saat speedbooat yang ditumpangi empat orang melaju dari Batam menuju Malaysia untuk menjemput TKI di negeri jiran tersebut. 

Sesampainya di perairan depan Nongsa, kata Rosano, muncul kapal patroli Bea Cukai melakukan pengejaran. “Karena merasa dikejar oleh patroli BC, speedboat tersebut berhenti. Saat sedang berhenti, tiba-tiba dari arah samping kiri datang kapal patroli dan menghantam speedboat tersebut,” ungkap Rosano.

Seorang awak speedboat berinisial BS yang berada di lokasi, sambung Rosano, terkena hantaman haluan kapal tersebut hingga menyebabkan BS jatuh tersungkur. “Sedangkan AC yang mengemudikan speedboat terhempas jatuh ke laut. Dan sampai saat ini AC belum ditemukan,” ungkapnya.

Kronologi insiden tersebut diperoleh Rosano dari dua awak speedboat yang selamat. Saat itu, keduanya lalu melaporkan kejadian itu kepada rekannya di Batam. Tak lama berselang beberapa speedboat datang ke lokasi dan mengevakuasi korban yakni BS untuk dibawa ke rumah sakit.

“Namun saat dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Batam, korban meninggal dunia di perjalanan. Almarhum BS telah dikebumikan sore tadi,” ujarnya. 

Rosano menambahkan, tujuan speedboat tersebut ke Malaysia untuk menjemput TKI yang berada di negara itu. Dikatakan, banyak TKI yang ingin pulang karena masa tinggal mereka di Malaysia sudah habis. Mereka terpaksa harus bersembunyi di hutan karena tidak dilengkapi dokumen, dan hendak pulang ke Indonesia.

“Secara hukum tentu ini melanggar, tetapi kalau dari sisi kemanusiaan tentu beda. Inilah yang mendorong pemilik speedboat tersebut menjemput para TKI di Malaysia. Saya sudah pernah memyampaikan ke Menlu agar memperhatikan nasib TKI kita di Malaysia dan memfasilitasi pemulangan mereka,” ujarnya. 

“Kami sampaikan lagi bahwa tidak ada kegiatan penyelundupan. Kami sudah himpun informasi dan menanyakan kepada awak yang selamat. Kapal tidak mengangkut barang apapun, termasuk minuman beralkohol,” ujarnya. 

Pihaknya mendorong agar Bea Cukai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelumnya mengeluarkan pernyataan resmi. Pihaknya juga mendorong pihak kepolisian melakukan penyelidikan atas kasus ini. “Kita ingin ada penyelidikan atas kasus yang telah mengakibatkan seorang warga meninggal dunia,” ujarnya. 

Belum ada keterangan resmi dari Kanwil DJBC Kepri terkait insiden yang menewaskan seorang warga dan satu orang lainnya hilang dan masih dalam pencarian.

Sebelumnya diberitakan, Satgas Patla DJBC Kanwil Kepri mengalami insiden ketika berusaha mengamankan sebuah speedboat dalam operasi patroli di perairan Nongsa, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (1/12/2019).

Kejadian itu bermula ketika Satuan Tugas Patroli Laut Kanwil BC Khusus Kepulauan Riau dan KPU BC Batam mendapat informasi akan adanya kegiatan penyelundupan BKC/MMEA modus Ship to Ship dengan High Speed Craft di perairan selat Singapore. 

Berdasarkan informasi tersebut di putuskan untuk mengerahkan Satuan Tugas Speedboat untuk menjaga sekitar perairan Nongsa dan Karang Galang  Provinsi Kepulauan Riau.

“Sekitar pukul 19.30 WIB, berdasarkan informasi yang diperoleh, lebih dari 4 buah HSC memasuki perairan selat Singapore,” tulis Humas DJBC Kanwil Kepulauan Riau, Senin, 2 Desember 2019 kepada Kabarbatam.com.

Hanya berselang 10 menit, sekitar pukul 20.10 WIB, 2 buah HSC terpantau mengikuti speed BC dan kemudian HSC yang berada di depan memotong haluan, namun dapat dihindari.

Kemudian, hanya berselang beberapa detik ketika speed BC mengamankan posisi, datang lagi satu buah HSC lain dari arah belakang menutup haluan speed BC dan menyebabkan body contact yang tidak dapat dielakkan. 

“Tidak lama berselang HSC pertama tadi melakukan manuver yang sangat membahayakan dengan berusaha menabrakkan diri ke speed BC. Speed BC mendekati HSC untuk melakukan pemeriksaan. Namun mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam dari ABK kapal penyelundup,” sebut Humas DJBC Kanwil Kepri.

Masih menurut penjelasan Humas DJBC Kanwil Kepri, melihat kondisi tersebut dan untuk alasan keamanan, speed BC memutuskan untuk segera meninggalkan lokasi dan segera melaporkan kejadian kepada pimpinan. 

Diketahui bahwa satu anggota speed BC mengalami luka robek dan patah gigi di bagian mulut dan memerlukan tindakan medis. 

Di lokasi lain di sekitar perairan Karang Galang bagian Timur, speed BC lainnya juga diserang oleh HSC 6 mesin mercury dengan membawa massa dan melontarkan ancaman ke speed BC. 

Dikarenakan kondisi yang tidak kondusif dan kalah jumlah, speed BC menghindar dan mundur ke lokasi aman.

“Dikarenakan adanya anggota speed BC yang memerlukan tindakan medis segera dan bagian haluan speed BC mengalami kerusakan,  diputuskan untuk kembali ke Pangkalan Kanwil BC Khusus Kanwil Kep Riau untuk dilakukan perawatan kepada anggota speed BC yang terluka dan pengamanan speed BC agar tidak terjadi kebocoran pada speed,” pungkas Humas DJBC Kanwil Kepri.(aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here