RDP Dewan terkait Pagar Roboh Ganggu Pekerjaan dan Investasi Pollux Habibie?

Tower Apartemen Meisterstadt Pollux Habibie Batam. (Foto: Kabarbatam.com?

Batam, Kabarbatam.com– Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kota Batam pascarobohnya pagar pembatas Meisterstadt Pollux Habibie mendapat perhatian warga.

RDP itu bahkan ikut memantik perhatian Kadin Provinsi Kepri. Hearing tersebut diharapkan tidak mengganggu jalannya pembangunam dan investasi yang telah ditanamkan Pollux Habibie untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Batam. Kadin mengajak semua pihak bijak menyikapi masalah pagar pembatas Pollux Habibie yang roboh beberapa waktu lalu.

“Kami mengajak, mari bersama-sama menjaga investasi Pollux Habibie ini, jangan sampai terganggu bahkan terhenti. Jangan hanya karena pagar roboh, persoalan ini terus dibesar-besarkan. Ini adalah ikon Batam dan perlu kita jaga bersama,” ungkap Ketua Kadin Kepri Akhmad Maruf Maulana.

Investasi yang ditanamkan Pollux Habibie, kata Maruf, tentulah tidak sedikit. Bahkan telah menyerap ribuan tenaga kerja. “Ini harapan kami agar segala kegiatan di Pollux Habibie tidak terganggu sehingga investasi dapat terus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Batam menggelar RDP dengan manajemen PT Pollux Habibie Barelang. Hadir juga RT dan RW Perumahan Citra Batam. RDP ini dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean.

Hasil RDP tersebut, memberi waktu 10 hari kepada manajemen Pollux Habibie Megasuperblok Batam untuk menyelesaikan semua kewajibannya kepada warga.

Pihak Pollux Habibie sendiri sudah menyatakan komitmennya dan memiliki itikad baik untuk memenuhi harapan warga, pascarobohnya pagar pembatas yang berbatasan dengan rumah warga di Perumahan Citra Batam.

Upaya perbaikan bahkan langsung dilakukan Pollux Habibie dengan memperbaiki bangunan serta pagar rumah warga yang terkena dampak. Namun, di tengah upaya Pollux Habibie memenuhi kewajibannya kepada warga yang terdampak, masalah tersebut justru terus digulirkan di Dewan.

Pertanyaan pun mencuat terkait adanya pihak yang diduga sengaja menggiring masalah ini. Sementara itu, ketika berusaha dikonfirmasi, pihak PT Pollux Habibie Batam juga terkesan menutupi hal ini pasca RDP dengan Komisi III DPRD Batam.

General Manager PT Pollux Habibie Batam, Richie, yang dikonfirmasi terkait perkembangan dan tindak lanjut RDP dengan Komisi III DPRD Batam, enggan berkomentar banyak.

“Maaf, saya lagi berkemas. Silakan ke legal manager kami bila ada yang ingin ditanyakan. Lain kali, bila ingin bertanya supaya sampaikan via WA dulu, nggak ujug-ujug mengajukan pertanyaan seperti itu,” kata dia.

Richie sempat bertanya terkait dengan materi yang ditanyakan. “RDP yang mana nih? Komisi I ya?” tanyanya. Saat dikonfirmasi lagi bahwa RDP tersebut yakni RDP Komisi III DPRD Batam, Richie buru-buru menyatakan bahwa dirinya tak bisa memberi tanggapan. “Silakan nanti ke legal manager saya, Ibu Fera.”

Legal manager PT Pollux Batam Fera yang berusaha di konfirmasi terkait dengan mencuatnya RDP di DPRD Batam pascapagar pembatas roboh dengan Komisi III meminta agar media mengonfirmasi ke Divisi Corcomm Pollux Habibie. “Bila ingin konfirmasi silakan ke Pak Riri, Corcomm yang berhubungan langsung dengan media,” ujarnya.

Riri, Marcom Pollux Habibie, yang dikonfirmasi mengaku tak dapat berkomentar banyak. “Ada baiknya mungkin wawancara langsung dengan GM Pak Richie. Saat ini, Pollux Habibie lagi konsen pada warga, yakni masih proses realisasi hasil RDP dengan Komisi III kemarin,” pungkasnya. (War)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here