Sikapi Masalah Pollux Habibie, Kadin Kepri Temui Kapolda Minta Kepastian Investasi di Batam

Tower Meisterstadt Pollux Habibie di Batam. (Foto: Kabarbatam.com)

Batam, Kabarbatam.com– Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri akan melakukan silaturahmi ke Kapolda Kepri. Kadin akan meminta jaminan kepastian investasi di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Hal itu disampaikan Ketua Kadin Provinsi Kepri Akhmad Maruf Maulana menyikapi Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di gedung DPRD Kota Batam pascarobohnya pagar pembatas Pollux Habibie Batam.

“Kami akan menemui Kapolda, meminta jaminan kepastian investasi di Batam. Kami melihat masalah Pollux Habibie sudah terlalu melebar, sehingga hal ini bisa berdampak pada investasi Pollux Habibie di Batam,” tegas Maruf kepada Kabarbatam.com, Minggu (16/2/2020).

“Saya tidak punya kepentingan apapun dalam masalah ini. Murni kami melihat dari sisi iklim investasi di Batam. Kalau seperti ini, investor yang masuk di Batam yang sudah membangun lalu dicari-cari celah dan kesalahannya maka ini bisa menciderai iklim investasi di Batam. Investor akan takut masuk ke Batam ,” tegasnya.

Aktivitas perbaikan di lokasi pagar pembatas Pollux Habibie yang roboh beberapa waktu lalu. Pagar rumah warga yang terdampak juga mulai diperbaiki. (Foto: Kabarbatam.com)

Maruf mengatakan, silaturahmi Kadin Provinsi Kepri ke Kapolda Kepri juga sekaligus untuk meminta dukungan Kepolisian Daerah (Polda) Kepri melakukan pengawasan terhadap bergulirnya rapat dengar pendapat tersebut di DPRD Kota Batam.

“Kita ketahui bersama bahwa investasi Pollux Habibie ini besar, sangat membantu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Batam. Ada ribuan tenaga kerja di sana. Tetapi kalau digangguin, investor tentu  mempertanyakan kepastian berinvestasi di Batam,” ujarnya.

Maruf mengajak semua stakeholders dan anggota DPRD Kota Batam khususnya Komisi III dan Komisi I untuk tidak membesar-besarkan masalah robohnya pagar pembatas Pollux Habibie.

Pollux Habibie sendiri sudah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kewajibannya kepada warga di Perumahan Citra Batam.

“Investasi yang sudah masuk dan berdiri seharusnya kita jaga bersama agar masyarakat Batam juga dapat merasakan dampaknya. Kalau terus diusik dan dicari-cari celah kesalahannya, maka yang kita khawatirkan investor merasa tidak nyaman lalu hengkang dan tidak tertarik lagi berinvestasi di Batam,” pungkasnya. (Aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here