Cita-Cita Haris Lambey Menjadikan Batam Kota Modern dengan Konsep Smart City

Bakal calon Walikota Batam 2020, Haris Lambey. (Foto: Dok)

Batam, Kabarbatam.com- Haris Lambey, Bakal Calon Wali Kota Batam menegaskan bahwa di Batam masih banyak potensi lapangan kerja di bidang kemaritiman yang bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.

Sektor maritim adalah sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan di Batam. Batam merupakan wilayah pulau dengan luas lautan mencapai 90% lebih dan selebihnya merupakan daratan. Bahkan hingga saat ini, Haris konsisten untuk mengembangkan dan mengelola sektor maritim.

Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi Batam akan meningkat dan dengan sendirinya akan meningkatkan kesdeahteraan masyarakat. “Kita harus mampu mengembalikan kejayaan Batam di sektor maritim dan mampu menyerap hingga puluhan ribu pekerja,” uajrnya.

Dengan ambisinya ini, Haris juga telah siap secara mental maupun fisik. Dia bahkan rela melepas karirnya di kepolisian. “Konsekuesinya ya seperti itu, dan saya siap mengundurkan diri dari kepolisian. Padahal saya masih 15 tahun lagi pensiun, ini harga yang sebanding jika saya diberikan kesempatan menjadi walikota,” tegasnya.

Mantan Kasat Reskrim Ditpolair Polda Kepri ini, juga dikenal memiliki berbagai jenis bisnis di kota Batam yang cukup sukses, serta aktif di kegiatan organisasi. Salah satunya di paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam.

Dalam visi misinya, Haris juga mengatakan, Kota Batam harus membangun digitalisasi dalam area tertentu. Dalam mengembangkan program-program digitalisasi, bukan hal yang baru. Namun harus memulainya.

“Kita harus wajib mengembangkan Batam yang berbasis teknologi untuk kemajuan anak muda di Kota Batam. Jangan melihat kota Batam sekilas saja. Namun juga harus bertanya, kapan arah Kota Batam Lebih baik. Salah satunya melihat Batam yang mempunyai potensi yang besar, lalu harus memperbaiki Batam, yang maju menjadi kota metropolitan dan menciptakan Kota Maritim,” tegasnya.

Dahulu Batam adalah kota harapan dan banyak industri yang muncul. Namun, saat ini lapangan pekerjaan semakin sulit. Dan Investor asing pun menipis, lantaran skema Free Trade Zone (FTZ).

“Gerakan pertama yang akan saya siapkan jika terpilih menjadi walikota Batam adalah menyiapkan 100 arsitektur, guna mewujudkan Urban Design Guidelines (UDGL), agar Batam menjadi kota yang menarik dan memiliki bangunan yang terintegrasi,”imbuh pria penggemar olahraga ini.

Saat ini, Haris menilai Batam belum memiliki konsep Smart City, karena balum memiliki regulasi dan infrastruktur yang memadai. Kelak, ia ingin mendorong Batam sebagai monetizing city. “Monetization itu berarti batam bisa menerapkan metode-metode untuk menghasilkan sesuatu yang berharga dari sumber daya asli yang mereka miliki dan kelola,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here