Gelar RDP, Komisi IV DPRD Batam Duga Penerima KIP Tidak Tepat Sasaran

Komisi IV DPRD Batam menggelar RDP untuk membahas penyaluran dan penerima KIP di Kecamatan batam Kota.

Batam, Kabarbatam.com– DPRD Kota Batam, yakni dalam hal ini Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat untuk membahas penyaluran dan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dalam RDP tersebut terungkap bahwa penerima kartu diduga tidak tepat sasaran.

Hal tersebut terungkap dalam RDP tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kecamatan Batam Kota dan Lubukbaja di Komisi IV DPRD Kota Batam, yang berlangsung pada Selasa (10/3/2020).

Aman, Angggota Komisi IV DPRD Kota Batam, mengungkapkan bahwa selama ini data antara Dinas Sosial (Dinsos) dan kelurahan tidak sinkron terkait penerima KIP tersebut. Sehingga hal ini, menurut nya, rawan dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab setiap tahunnya.

Pihaknya menyarankan agar segera dilakukan sosialisasi sejak dini kepada masyarakat terkait KIP. “Tujuannya supaya dari sekarang sudah bisa dipersiapkan segala sesuatu seperti surat domisili bagi yang tidak mampu dan lainnya,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus mengatakan bahwa dari awal pihaknya sudah meminta Dinas Sosial Kota Batam untuk memberikan data penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Data tersebut, menurut Yunus, untuk mengetahui apakah penerima KIP sudah tepat sasaran atau sebaliknya. “Kelurahan sudah mulai mencacah ulang penerima bantuan seperti KIP dan lainnya. Kita ingin mengetahui, apakah pencacahan tersebut sudah benar dilakukan atau tidak. Kalau rajin mencacah pasti benar datanya,” ujar Yunus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan bahwa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga dinilainya tidak tepat sasaran. Kartu tersebut digunakan sebagai alasan memasukkan anak ke sekolah negeri melalui jalur afirmasi atau kurang mampu dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) setiap tahunnya.

Diakuinya sistem PPDB 2020 ini, ada sekitar 3.770 siswa tamat SD di Kecamatan Batam Kota. Sekitar 1.566 siswa lulusan SD di Kecamatan Lubukbaja. Selanjutnya ada 59 rombongan belajar di Kecamatan Batam Kota dan 9 rombongan belajar di Kecamatan Lubukbaja.

“Kalau kita merujuk pada data tersebut, daya tampung jika satu rombel itu ada 32 siswa di Kecamatan Batam Kota sebanyak 1.888 siswa dan 288 siswa di Lubukbaja. Yang tidak tertampung sebanyak 1.882 siswa di Batam Kota dan 1.278 siswa di Kecamatan Lubukbaja,” katanya.

Hendri meminta kepada orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke atas agar menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta dan tidak memaksa agar bersekolah di sekolah negeri. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here