Yuk, Kenali Ciri Seseorang Terinfeksi Covid-19 di Pekan Pertama

Ilustrasi (Foto: net)


Corona virus desiase 2019 atau lebih dikenal Covid-19 menyebar dengan cepat hampir di semua negara. Hal ini membuat publik lantas mengumpulkan berbagai informasi mengenai virus ini, termasuk upaya pencegahannya.

Pencegahan sejak dini pun banyak dilakukan orang. Informasi tentang beberapa gejala yang diakibatkan apabila terinfeksi virus corona atau covid-19 juga banyak dicari orang.Berikut gejala yang dapat diamati, di antaranya;

Gejala di Pekan Pertama

Virus corona menjadi kewaspadaan yang tinggi sebab virus ini menginfeksi manusia dengan atau tanpa gejala.

Namun, apabila tubuh yang terinfeksi tersebut menunjukkan gejala, maka gejala ini dapat terlihat dalam kurun waktu 2 hingga 4 hari setelah seseorang terpapar covid-19.

Sebagian besar pasien positif virus corona merasakan gejala setelah 11 hingga 12 hari pertama setelah terpapar virus corona covid-19 tersebut. Segera konsultasikan kondisi tubuh dengan dokter baik secara langsung atau sambungan telepon, apabila Anda merasakan atau melihat beberapa gejala yang serupa dengan gejala infeksi virus corona.

Demam
Gejala pertama yang dapat terlihat pada orang yang terinfeksi virus corona pada minggu pertama adalah demam. Demam tersebut yakni terjadinya peningkatan suhu tubuh di atas normal yakni pada kisaran 38 derajat celcius ke atas.

Maka dari itu, tindakan pencegahan berupa deteksi dini virus corona menggunakan alat deteksi termal banyak dilakukan oleh berbagai pihak di beberapa tempat umum. Sehingga apabila seseorang terdeteksi mengalami peningkatan suhu tubuh, maka perlu diwaspadai adanya infeksi covid-19.

Kelelahan
Ciri kedua yang ditunjukkan oleh seseorang yang terinfeksi virus corona pada pekan pertama adalah kelelahan. Kelelahan dapat dirasakan seperti tubuh selalu lemas, lesu, dan letih untuk digunakan beraktivitas seperti biasa.

Kelelahan terjadi apabila otot-otot yang ada di dalam tubuh menjadi tegang dengan menurunnya fungsi otak untuk melakukan berbagai rutinitas sehari-hari.

Batuk Tidak Berdahak
Ciri selanjutnya yang ditunjukkan adalah dengan batuk tidak berdahak. Pada fase ini, virus corona covid-19 sudah mulai menginfeksi saluran pernapasan.

Sebab, sistem kekebalan tubuh akan mengirim respon apabila terdapat patogen yang masuk ke dalam tubuh dengan batuk.

Meskipun tidak berdahak, namun etika dalam batuk juga harus tetap dijaga dan dipraktikkan. Gunakan masker atau siku tangan bagian dalam untuk menutup mulut dan hidung saat batuk.

Pegal-Pegal
Pegal-pegal adalah salah satu ciri selanjutnya apabila seseorang tertular oleh covid-19. Pada gejala ini, tubuh merespon dengan mengirimkan sinyal ke otot-otot yang ada di seluruh tubuh untuk meradang guna memerangi virus corona yang masuk ke dalam tubuh.

Sehingga, yang dirasakan oleh seseorang yng terinfeksi virus corona pada pekan pertama adalah sakit yang berlebihan pada otot dan jaringan di sekitarnya.

Tidak Nafsu Makan
Pada sebagian pasien terinfeksi virus corona covid-19 ditemukan gejala kelima ini pada pekan pertama, yakni tidak nafsu makan. Sebab, infeksi virus corona ini membuat perut terasa tidak nyaman, mual, diare, dan sebagainya.

Namun, menurut Alodokter, gejala ini tidak selalu nampak pada setiap orang yang terinfeksi virus corona covid-19 sehingga disebut dengan gejala yang tidak khas karena jarang terjadi.

Sesak Napas
Sesak napas adalah ciri utama yang dapat terlihat jika seseorang terinfeksi virus corona. Sebab, pada dasarnya virus corona covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan dan sistem kekebalan tubuh pada manusia.

Namun, gejala ini sebagian besar tidak muncul pada pekan pertama melainkan minggu kedua.

Dikutip dari Alodokter, karena sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan, maka gejala awal virus corona ini juga bisa mirip dengan flu biasa yaitu pilek, hidung tersumbat, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.

Kelompok Risiko Tinggi
Virus corona covid-19 pada dasarnya rentan menginfeksi pada kelompok usia tertentu, yakni pada orang yang lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, HIV, dan lain sebagainya.

Namun, Kementerian Kesehatan Indonesia mengerucutkan dua kategori seseorang yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan virus corona covid-19.

Kategori yang pertama yakni apabila seseorang pernah melakukan kontak dengan pasien positif virus corona, yakni berada dalam satu ruang dengan jarak 1 meter. Hal tersebut dilakukan dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

Sementara itu, kategori kedua yang dijelaskan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia adalah seseorang yang pernah berada di daerah episenter virus corona, baik di dalam maupun di luar negeri selama kurun waktu 14 hari terakhir. (mdk)

Maka dari itu, selalu prioritaskan orang-orang dengan risiko tinggi terhadap infeksi virus corona covid-19 untuk diberi tindakan medis dengan segera. Hal tersebut adalah salah satu langkah untuk mengurangi volume yang berlebihan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas. [mta]
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here