Sesmenko Susiwijono: BBK Murah Momentum Baik Menggaet Investor Relokasi ke Kepri

Sesmenko Perekonomian RI Susiwijono. (Foto: Times Indonesia)


Batam, Kabarbatam.com- Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko), Susiwijono menyambut baik terobosan yang dilakukan Kadin Kepri untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. Terobosan itu berupa paket kebijakan ekonomi Kadin yakni Batam, Bintan, Karimun (BBK) murah. 

Program ini sebelumnya telah dilaunching Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri pada 13 Mei 2020 yang lalu. Program yang dicetuskan Kadin Kepri, dinilai oleh Susiwijono sebuah terobosan yang tidak lazim namun patut untuk diaprediasi.

Salah satu yang membuat Susiwijono tertarik dengan ide tersebut yakni Batam Bintan Karimun (BBK) Murah Free Lahan 5 tahun. “Program yang dicetuskan oleh Kadin Kepri harus didukung. Idenya menarik, BBK Murah, yang memberikan sewa lahan secara gratis dalam masa 5 tahun ini,” terang Susiwijono.

Program tersebut, oleh Susiwijono bisa menjadi daya tarik baginjnvestor untuk masuk ke Batam dan menanamkan modalnya di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam. 

Menurutnya, Program ini sangat penting, sehingga bisa lebih kompetitif di dalam menarik para Investor dan Industri yang akan melakukan re-lokasi industrinya dari Tiongkok ke Indonesia, khususya ke Provinsi Kepri.

“Kita harus berani menyiapkan berbagai terobosan program dan kebijakan seperti yang dilakukan Kadin Kepri ini. Sehingga kita mampu bersaing dengan negara-negara kompetitor lainnya, seperti Vietnam, Thailand, India dan lainnya,” katanya.

Upaya yang telah digagas oleh Kadin Kepri berupa pemberian sewa lahan gratis selama 5 tahun ini, tegasnya, juga perlu didukung dan dilengkapi dengan upaya terobosan di aspek yang lain (selain sewa lahan).

Sehingga benar-benar bisa menarik calon Investor dan Industri yang akan investasi dan relokasi ke BBK.

Setelah masalah lahan selesai, ia juga mengingatkan agar perlu dipikirkan terobosan lain, yang terkait dengan kemudahan perizinan berusaha, insentif fiskal, urusan ketenagakerjaan dan aspek lain yang akan menjadi pertimbangan para Investor dan Industri dalam melakukan investasi dan relokasi ke BBK.

“Momentumnya sangat tepat saat ini, pada saat Amerika, Jepang dan beberapa negara akan mempertimbangkan untuk menarik investasinya di Tiongkok (RRT) dan akan melakukan relokasi ke kawasan Asia lainnya, kita harus berani membuat berbagai terobosan dan inovasi, seperti contoh bagus yang sudah dilakukan jajaran Kadin Kepri tersebut,” ungkap Sesmenko Bidang Perekonomian itu.

Upaya ini, sekaligus menyiapkan program untuk mendorong recovery ekonomi pada saat pandemi covid-19 mulai menurun.

“Sejalan dengan program Pemerintah yang mempertimbangkan untuk mulai melakukan pengurangan pembatasan sektor-sektor ekonomi tertentu, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Saya rasa ini terobosan yang berani dan sangat bagus,” jelasnya. (*)
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here