Connect with us

Natuna

22 April Mendatang Menjadi Momen Penting bagi Natuna dan Anambas

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20250326 wa0238
Ketua Badan Perjuangan Pemekaran Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas (BP3K2NA) Umar Natuna.

Natuna, Kabarbatam.com – Wacana pembentukan otonomi baru semakin dekat, pada 22 April mendatang akan menjadi momen penting menjelang terbentuknya pemekaran Provinsi khusus Kepulauan Natuna Anambas.

Ketua Badan Perjuangan Pemekaran Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas (BP3K2NA) Umar Natuna, mengatakan, bulan April mendatang seluruh elemen masyarakat akan menyambut kedatangan rombongan Komisi II DPR RI di Natuna.

“Agendanya, silaturahim dan diskusi publik, percepatan pembentukan provinsi khusus Kepulauan Natuna Anambas, perspektif integrasi dan kedaulatan bangsa di perbatasan. Selama dua hari, dari 22 sampai 23 April di gedung Sri Serindit Ranai,” kata Umar Natuna, Rabu (26/3).

Umar Natuna mengatakan, percepatan pembentukan provinsi khusus kepulauan Natuna Anambas dalam perspektif integrasi dan kedaulatan bangsa di perbatasan, adalah bagian dari panggilan sejarah masyarakat perbatasan dalam memperkuat integrasi bangsa, dan sekaligus upaya meneguhkan kedaulatan bangsa di mata bangsa lain.

Img 20250326 wa0239

Umar Natuna.

Karena itu  pembentukan provinsi khusus kepulauan Natuna Anambas, sambungnya, hendaknya tidak dilihat dari kepentingan masyarakat perbatasan semata. Melainkan adalah untuk menjaga integritas dan kedaulatan bangsa itu sendiri.

Sebagai daerah perbatasan, Natuna Anambas adalah daerah yang memiliki berbagai potensi ekonomi, sosial budaya dan sejarah.

Karena itu untuk mengaktualisasikan potensi tersebut, serta untuk menjaga keutuhan bangsa, maka percepatan pembentukan provinsi khusus kepulauan Natuna Anambas adalah jawaban yang konstitusional, sekaligus produktif bagi bangsa dan masyarakat perbatasan.

“Dengan landasan yang kuat secara pemerintahan, ekonomi, sosial, budaya dan agama, maka jaminan keutuhan bangsa akan terjaga dengan sendirinya,” terangnya.

Peserta dialog publik akan dihadiri anggota DPR RI Dapil Kepri, DPD RI Dapil Kepri, Bupati Anambas dan Natuna, Gubernur Kepri, Ketua DPRD Provinsi Kepri, anggota DPRD Kabupaten Natuna dan Anambas, tokoh Masyarakat, adat, agama, akademisi dan mahasiswa.

“Sebagai nara sumber Ketua Komisi II DPR RI, Ketua Tim Kajian Akademik dan Ketua BP3K2NA, dan lainnya,” pungkas Umar. (Man)

////

Advertisement

Trending