Connect with us

Kepri

Anggota DPRD Natuna Hadiri Musrenbang Kecamatan Bunguran Timur

Published

on

Foto Anggota DPRD Natuna, DPRD natuna, Ketua Komisi II DPRD Natuna, musrembang bunguran timur

Natuna, Kabarbatam.com – Pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Natuna menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bunguran Timur Tahun 2021, di Rumah Makan Sisir Basisir, Selasa (09/02/2021).
Musrenbang dibuka oleh Plt. Camat Bunguran Timur, Hamid Hasnan, S.Pd.,MA. Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Natuna Daeng Amhar, didampingi Wakil Ketua II Jarmin Sidik, SE, Ketua Komisi I Wan Arismunandar, anggota komisi II Hendri FN, kades, Lurah, OPD, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Natunap Daeng Amhar mengatakan, musrenbang merupakan suatu kegiatan rutin yang tiap tahun diadakan dan wajib dilaksanakan. Apa yang disampaikan oleh masyarakat itu yang menjadi perencanaan dan harus dirumuskan dalam suatu pembangunan.
Foto Anggota DPRD Natuna, DPRD natuna, Ketua Komisi II DPRD Natuna, musrembang bunguran timur
“Pembangunan tidak mesti fisik. Arah kebijakan daerah kita kedepan adalah membangun infrastruktur yang berkaitan dengan penunjang ekonomi. Namun mental dan spiritual juga penting dikembangkan,” ujar Daeng Amhar.
Dalam kesempatan yang sama wakil ketua ll DPRD Natuna Jarmin Sidik, SE, menyampaikan usulan kegiatan perencanaan pembangunan yang sudah disusun, perlu tanggapan dari tokoh-tokoh masyarakat.
“Apakah sudah tepat untuk dibawa ke tingkat kabupaten atau masih harus direvisi,” pungkas Jarmin.
Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Natuna, Wan Arismunandar mengatakan untuk beberapa usulan pembebasan lahan, pertahun 2021 sudah ada rujukan bahwa hak dan kewenangan itu di provinsi.
Foto Anggota DPRD Natuna, DPRD natuna, Ketua Komisi II DPRD Natuna, musrembang bunguran timur
“Jangan dikarenakan kepentingan kelompok besar lantas dicari celah dan berusaha untuk merealisasikannya. Begitu desa mengusulkan pembebasan lahan pemakaman umum dibilang tidak bisa. Saya berharap jika bisa katakan bisa dan semuanya harus bisa. Jika tidak bisa katakan tidak bisa dan semuanya tidak bisa,” imbuh Wan Arismunandar.(ifan)

Advertisement

Trending