Batam
4 Anak Korban Pencabulan Oknum Calon Pendeta di Bengkong Bertahun-tahun Hanya Diberi Makan Indomie

Batam, Kabarbatam.com – Selain mendapatkan perlakuan tak senonoh, empat korban pencabulan oknum calon pendeta di Bengkong mengaku segala bentuk bantuan kemanusiaan dari para donatur kerap disalah gunakan oleh pihak yayasan.
Hal ini terungkap, setelah mencuatnya kasus pencabulan terhadap 4 anak bawah umur yang dilakukan oleh calon pendeta sekaligus anak pemilik yayasan berinisial DS (27) di salah satu yayasan di wilayah Bengkong, Kota Batam.
Melalui, Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal, keempat anak tersebut mengaku segela bentuk bantuan kemanusiaan jarang sekali dinikmati anak-anak yang berada di bawah naungan yayasan tersebut.
“Menurut pengakuan dari keempat anak tersebut dengan jujur mereka mengatakan, bantuan dari para donatur berupa beras diduga dijual oleh mereka (pemilik yayasan). Selama ini bertahun-tahun, mereka hanya makan mie instan saja dan hanya perayaan hari-hari besar seperti ulang tahun makan lauk pauk berupa daging dan yang bergizi,” ungkap Romo Paschal melalui anggota KKP-PMP Leo Halawa, Kamis (9/9/2021).

Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal.
Dijelaskan Leo, yayasan itu sering dilihat oleh para donatur termasuk teman-teman dari kepolisian untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Namun sangat disayangkan bantuan itu diduga malah tak tepat sasaran. Kita prihatin sekali dengan peristiwa ini, bantuan kemanusiaan yang seharusnya dan semestinya diberikan kepada anak-anak yayasan malah diduga disalah gunakan,” ujarnya.
Ironisnya lagi, kata Leo, dengan jujur anak-anak korban pencabulan itu mengaku, uang hasil penjualan bantuan kemanusiaan dari para donatur untuk memperkaya diri seperti halnya dibelikan perhiasan berupa emas.
“Oleh karena itu, kepada teman-teman para donatur yang ingin membantu yayasan harus dipastikan bahwa bantuan tersebut sampai ke anak-anak kita. Jangan sampai, anak-anak kita di yayasan hanya tameng hidup saja, akan tetapi kami percaya tidak semua yayasan dan pihak yang mengelola yayasan berperilaku seperti itu,” jelas Leo.
Atas peristiwa ini, pihaknya meminta kepada Dinas Sosial Kota Batam beserta instansi terkait lainnya untuk mengawasi segala bentuk bantuan yang disalurkan kepada yayasan.
“Kami minta kepada Dinas Sosial Kota Batam untuk bersama-sama menjaga hal ini. Jangan sampai yayasan tertentu hanya dibuat untuk kepentingan oknum pengelola sendiri tanpa mempertimbangkan kesejahteraan anak-anak yayasan. Kalau bisa dari sisi peraturan daerah harus dibuat. Ketika masuk bantuan ke yayasan baik itu perorangan harus dilaporkan secara berkala kepada pemerintah supaya gampang menelusuri dugaan seperti ini,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang oknum calon pendeta berinisial DS (27) sekaligus anak pemilik salah satu yayasan di Bengkong, diamankan polisi karena diduga telah mencabuli empat orang anak di bawah umur.
Mirisnya, perbuatan cabul yang diduga dilakukan oleh pelaku inisial DS (27) telah berlangsung dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir dan kali ini baru terungkap.
Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal melalui anggota KKP-PMP Leo Halawa mengatakan bahwa korban ada 4 orang anak dibawah umur.
Dua orang diantaranya, berusia 17 tahun dan dua orang lagi berusia 15 tahun, serta 12 tahun.
Leo Halawa menuturkan, menurut pengakuan korban, peristiwa itu terjadi disalah satu yayasan panti asuhan di Bengkong. “Korban mengaku bahwa telah dicabuli oleh seorang pria yang merupakan oknum calon pendeta berinisial DS (27),” ungkap Leo Halawa.
Dijelaskan Leo, puncaknya terjadi pada tanggal 23 Agustus 2021 sekira pukul 03.00 Wib, pelaku masuk ke dalam kamar korban melalui sebuah jendela.
“Pelaku melakukan aksinya yakni memegang kemaluan korban hingga membuat korban berteriak dan pas dihidupkan lampu, baru ketahuan bahwa oknum calon pendeta itu pelakunya,” ungkapnya.
Setelah pihaknya mendapatkan informasi tersebut, Leo Halawa selaku pendamping diberikan mandat oleh Romo Paschal untuk mengurus kepentingan hukum para korban.
“Pelaku DS (27) saat ini sudah diamankan. Kami sangat mengapresiasi kinerja Unit 6 Satreskrim Polresta Barelang. Masa depan anak-anak ini perlu sekali dipertimbangkan,” terang Leo.
Sementara itu, para korban yang merupakan anak dibawah umur berjumlah 4 orang, saat ini sudah diamankan disalah satu tempat untuk menjalani masa pemulihan psikis.
“Kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Tentu, sangat kita sayangkan sekali pelaku merupakan pemuka agama,” pungkasnya.
Terkait kasus dugaan pencabulan tersebut, Kabarbatam.com telah berupaya mengkonfirmasi Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan namun belum ada jawaban. (Atok)









-
Batam2 hari ago
Kesal Gegara Judi Slot, Wanita Muda di Batam Tikam Pacar hingga Tewas
-
Natuna2 hari ago
Pintu Masuk Wisatawan Mancanegara Makin Mudah, Lewat Malaysia ke Natuna
-
Headline2 hari ago
Sukseskan Mubes dan PSBM di Makassar, KKSS Kepri Utus 35 Orang Peserta dan Delegasi
-
Batam1 hari ago
Solusi untuk Kepri Menghadapi Tarif Impor yang Dikenakan Presiden AS Donald Trump
-
Natuna3 hari ago
Momen Lebaran Masih Hangat di Natuna, Sejumlah Tokoh Politik Bersilaturahmi
-
Batam21 jam ago
Merespon Kebijakan Tarif Impor-Ekspor AS: Ini Strategi BP Batam Pertahankan Pangsa Pasar Global
-
Bintan2 hari ago
Lebaran Ketiga, Bupati Roby Kurniawan Gelar Open House di Kediaman
-
Batam7 jam ago
Ada Penggantian Gate Valve di Sei Harapan, Suplai Air di Tj Riau & Sekitarnya Mengalir Kecil