Connect with us

Batam

Wacana Penerapan Secure Parking PT Jaya Putra Kundur di Area Mitra 2 Didemo Warga

Published

on

Img 20240812 Wa0150
Warga Perumahan Taman Seruni Indah, Kecamatan Batam Kota, menggelar aksi unjuk rasa menolak pengoperasian secure parking PT Jaya Putra Kundur (JPK) di area Mitra 2, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Batam, Kabarbatam.com – Warga Perumahan Taman Seruni Indah, Kecamatan Batam Kota, menggelar aksi unjuk rasa menolak pengoperasian secure parking PT Jaya Putra Kundur (JPK) di area Mitra 2, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Pasalnya, warga menilai wacana pengoperasian secure parking PT Jaya Putra Kundur (JPK) di area Mitra 2 dapat berpotensi merugikan bisnis yang mereka jalankan.

Warga setempat, Gusrizal, mengatakan, soal wacana pengoperasian secure parking PT Jaya Putra Kundur (JPK), perusahaan di area Mitra 2 tidak pernah melakukan sosialiasi terlebih dahulu kepada warga.

“Kami semua warga RW 04 Taman Seruni tidak pernah diajak untuk membahas rencana pengoperasian secure parking di area Mitra 2 yang masuk dalam pengelolaan PT Jaya Putra Kundur,” ungkap Gusrizal kepada awak media, Minggu (11/8/2024) malam.

Gusrizal menjelaskan, wacana pengoperasian secure parking diharapkan dapat dibatalkan. Parkir mandiri menjadi alternatif pilihan yang ideal bagi warga untuk menciptakan situasi kondusif Mitra Raya 2 dan tidak mengganggu iklim bisnis di kawasan tersebut.

“Ini bisa menjadi konflik besar antara warga dan pihak pengelola parkir secure. Kami ingin wacana secure parking dibatalkan dan kembali menggunakan parkir mandiri agar lebih kondusif dan tidak mengganggu bisnis di kawasan ini,” ujarnya.

Gusrizal mengungkapkan, pasca kenaikan tarif parkir yang terjadi sejak beberapa waktu lalu, cukup dirasakan berat bagi pengendara roda 4 dan roda 2. Hal itu sangat berdampak terhadap pelaku usaha diarea Mitra 2.  Omset usaha mereka menurun hingga 40 persen.

“Pasca kenaikkan tarif parkir kami sangat berdampak. Pelaku bisnis di area Mitra 2 mengalami penurunan omset menjadi 40 persen bahkan hingga merugi,” tuturnya.

Dalam permasalahan ini, warga juga mengecam bila wacana pengoperasian secure parkir tetap dijalankan di Mitra Raya 2 maka mereka tidak segan-segan lagi akan melakukan perlawanan dengan berbagai upaya apapun.

“Kami berharap PT JPK dan pihak pengelola segera membatalkan serta mencabut beberapa kabel pos parkir sebelum warga bertindak lebih dari pada ini,” tegasnya.

Usaha penolakan rencana pengoperasian secure parkir sebelumnya telah disampaikan warga dengan cara menemui Dinas Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP), Dnas Penanamam Modal, Dinas Perhubungan dan PT Jaya Putra Kundur (PT JPK), namun tidak ada satupun yang merespon.

“Karena Teddy dan Johanis sebagai Direktur PT JPK dan karyawannya tidak pernah muncul. Maka dari itu, kami melayangkan surat ke DPRD Batam dan sudah diterima di Komisi I DPRD Batam untuk digelar RDP. Sejauh ini belum ada jadwal atau agenda kapan RDP tersebut digelar,” pungkasnya. (Atok)

Advertisement

Trending