Connect with us

Natuna

Bupati Natuna Cen Sui Lan ke Jerman Tindaklanjuti Pengadaan Radar Canggih BMKG

Published

on

Img 20251024 wa0181
Bupati Natuna, Cen Sui Lan dalam kunjungannya ke BMKG Natuna belum lama ini.

Natuna, Kabarbatam.com — Bupati Natuna, Cen Sui Lan, dijadwalkan berkunjung ke Jerman awal November 2025. Bukan sekadar kunjungan kehormatan, perjalanan ini membawa misi penting: menindaklanjuti pembangunan radar MS-2 di Stasiun Meteorologi Maritim Natuna, hasil kerja sama Indonesia–Jerman.

Radar berteknologi tinggi buatan Jerman itu sudah terpasang di BMKG Natuna dan kini memasuki tahap uji coba.

Keberadaannya diharapkan memperkuat sistem pemantauan cuaca sekaligus mendukung keselamatan maritim serta aktivitas ekonomi nelayan Natuna.

“Radar itu sudah terpasang dan telah diuji coba. Ke Jerman nanti, kami akan meninjau pabrik pembuat radar serta memantau pelatihan operatornya. Operator radar ini putra-putri Indonesia yang kini tengah berlatih di sana,” kata Cen Sui Lan, Kamis, 23 Oktober 2025.

Buah Perjuangan Panjang

Radar MS-2 bukan proyek yang datang tiba-tiba. Gagasannya telah diperjuangkan Cen sejak duduk di Komisi V DPR RI. Saat itu, ia menilai radar modern mutlak dibutuhkan untuk menunjang keselamatan dan pembangunan ekonomi wilayah perbatasan.

Dalam sejumlah rapat di DPR, Cen berulang kali mendesak pemerintah agar menghadirkan radar berkemampuan jangkauan hingga 600 kilometer.

Perjuangan itu akhirnya berbuah hasil setelah lima tahun. Pada 2024, bangunan radar rampung berdiri di Stasiun Meteorologi Maritim Natuna.

“Ini bukan hanya soal teknologi, tapi masa depan ekonomi dan keselamatan warga di daerah perbatasan,” ujarnya menegaskan.

Natuna, Titik Strategis Dunia

Letak geografis Natuna di jalur pelayaran internasional menjadikannya kawasan strategis sekaligus rawan cuaca ekstrem. Radar modern menjadi penopang penting sistem deteksi dini cuaca bagi nelayan, penerbangan, dan pelayaran.

Menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Natuna, Izhar, jadwal keberangkatan ke Jerman menunggu penyelesaian administrasi dan konfirmasi pihak tuan rumah.

“Rencananya berangkat 2 November, bila semua urusan kedutaan selesai,” ujarnya.

Sinergi Teknologi dan Ekonomi Maritim

Selain meninjau fasilitas radar dan pelatihan operator, lawatan ini juga menjadi peluang membuka kerja sama baru di bidang teknologi lingkungan, mitigasi bencana, dan ekonomi maritim antara Natuna dan Pemerintah Jerman.

“Radar ini bukan hanya untuk memantau cuaca. Ke depan, bisa dioptimalkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat, terutama sektor kelautan dan perikanan,” kata Cen.

Dengan beroperasinya radar MS-2, Natuna berpotensi menjadi pusat pengamatan cuaca maritim tercanggih di kawasan barat Indonesia sekaligus simbol sinergi antara perjuangan lokal dan dukungan teknologi global. (Man)

Advertisement

Trending