Natuna
Cen Sui Lan Ungkap Penyebab Minimnya Pembangunan di Kecamatan dan Desa Natuna
Natuna, Kabarbatam.com – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengungkapkan penyebab minimnya pembangunan di tingkat kecamatan dan desa saat ini. Hal tersebut disampaikannya saat Safari Ramadan di Kecamatan Bunguran Utara, Rabu (11/3).
Menurut Cen, kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum diterimanya dana tunda salur Dana Bagi Hasil (DBH) Migas tahun 2024 dari pemerintah pusat. Akibatnya, pemerintah daerah harus memprioritaskan penyelesaian utang lama yang diwarisi dari pemerintahan sebelumnya.
Ia menjelaskan, pada tahun lalu pemerintah pusat sempat menyalurkan sebagian tunda salur sekitar Rp35 miliar. Dana tersebut langsung dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membantu pelunasan utang.
“Dengan segala efisiensi, dana yang ada kita gunakan untuk membayar kewajiban daerah,” ujarnya.
Cen mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Natuna telah melunasi utang kepada pihak ketiga yang berasal dari tahun anggaran 2024 dengan nilai mencapai sekitar Rp 165 miliar. Namun hingga saat ini masih tersisa utang daerah sekitar Rp30 miliar lebih yang harus diselesaikan.

Menurutnya, saat ini pemerintah daerah lebih banyak fokus menyelesaikan kewajiban lama dibanding menjalankan program pembangunan baru.
“Bupati Natuna saat ini pada dasarnya hanya membayar utang yang diwariskan dari bupati sebelumnya,” katanya.
Ia berharap pemerintah pusat segera menyalurkan kembali dana tunda salur DBH migas tersebut. Jika dana itu cair, kata Cen, pemerintah daerah akan memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk mempercepat pembangunan di kecamatan dan desa.
“Kalau tunda salur itu dibayarkan tahun ini, tentu pembangunan untuk masyarakat akan jauh lebih banyak,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cen juga meminta doa masyarakat agar pemerintah pusat segera menyalurkan hak daerah tersebut.
“Saya mohon doa masyarakat yang hadir di masjid ini, semoga pemerintah pusat segera melunasi tunda bayar ke daerah,” ucapnya.
Ia menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah, termasuk berkoordinasi langsung dengan kementerian terkait di Jakarta. Namun hingga kini dana tersebut masih belum juga cair.
“Kita sudah berusaha sampai ke kementerian. Sekarang tinggal menunggu dana itu saja, tapi sampai sekarang belum juga cair ke daerah,” katanya.
Cen juga memahami kondisi keuangan pemerintah pusat yang saat ini sedang menghadapi tekanan defisit anggaran cukup besar. Meski begitu, ia tetap berharap hak daerah dapat segera disalurkan.
“Saya mohon doa masyarakat Kabupaten Natuna di bulan Ramadan yang baik ini, semoga semua urusan ini dimudahkan,” tutupnya. (*)
-
Natuna2 hari agoPulau Panjang Subi Segera Masuk Rute Angkutan Laut Perintis
-
BP Batam3 hari agoKoreksi Ekspor Batam Awal 2026, BP Batam Siapkan Respons Terarah
-
Batam2 hari agoFinalis Duta Wisata Batam 2026 Audiensi dengan Wali Kota, Diberi Arahan Jadi Garda Depan Promosikan Daerah
-
Headline2 hari agoPenyaluran BBM Subsidi di Natuna Disorot, Bupati Libatkan Aparat Penegak Hukum
-
BP Batam2 hari agoApresiasi Konsolidasi Kadin Batam, Amsakar Achmad Optimis Ekonomi Triwulan I 2026 Tembus 7 Persen
-
BP Batam1 hari agoBP Batam Kedepankan Pendekatan Komprehensif Selesaikan Persoalan Perpanjangan UWT di Puskopkar
-
Batam3 hari agoCSR Hari Kesehatan Lansia 2026 Wyndham Panbil Batam & Panbil Residence Lakukan Bakti Sosial di Tanjung Uma
-
Bintan2 hari agoSemarak Hari Posyandu Nasional 2026, Hafizha Keliling Tinjau Layanan Serentak Berbasis 6 SPM



