Connect with us

Headline

DBD Capai 201 Kasus, Bupati Karimun Imbau Warga Lakukan 3M

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

F44044120

Karimun, Kabarbatam.com – Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, kini dikhawatirkan dengan kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD.
Bupati KarimunDr. H Aunur Rafiq, S.Sos., M.Si, melalui Kepala Dinas Kesehatan Rachmadi, mengatakan, sudah terjadi ratusan kasus DBD di Kabupaten Karimun.
“DBD tahun ini lumayan tinggi sampai 201 kasus, dimana 5 Kecamatan yakni Meral, Meral Barat, Kundur, Karimun dan Tebing menjadi yang terbanyak warganya terjangkit (DBD),” ujar Rachmadi kepada Kabarbatam.com, Selasa (21/7/2020).
Rachmadi mengatakan, saat ini pihaknya telah meminta setiap Puskesmas menggerakkan masyarakat untuk gotong royong melakukan 3M yaitu menguras bak mandi, menutup tempat air, dan mengubur barang bekas.
3M diketahui adalah cara ampuh untuk menekan angka penyebaran penyakit demam berdarah dengue ( DBD) di Indonesia.
Selain 3M, Dinas Kesehatan juga menyiapkan obat tabur yang difungsikan sebagai pembasmi telur dan jentik nyamuk atau Abate.
Kemudian, setiap lokasi yang terdapat warganya terjangkit DBD, pihaknya juga akan melakukan fogging atau pengasapan guna membunuh nyamuk tersebut.
“Kita sudah sebarkan surat edaran Bupati Karimun kepada tiap Kecamatan untuk bekerja sama dalam menghadapi kasus DBD ini,” katanya.
Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengimbau masyarakat untuk terus menjaga lingkungan agar senantiasa bersih dan sehat.
Menurutnya, DBD bisa terjadi dimana saja, sehingga masyarakat diharap untuk bersama- sama mencegah terjangkit dari penyakit tersebut.
Langkah-langkah pencegahan itu seperti menguras tempat penampungan air satu kali seminggu. Hal itu dikarenakan siklus jentik-jentik untuk menjadi nyamuk membutuhkan waktu 10-14 hari.
Kemudian, masyarakat diharapkan untuk menabur abate lalu menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air.
“Apabila ada warga memiliki gejala DBD, kita imbau untuk segera menghubungi rumah sakit atau puskesmas agar mendapat penanganan dari tim medis dan kemudian apa bila terjangkit, kita bisa melakukan fogging agar tidak menyebar,” ucap Bupati Karimun kepada Kabarbatam.com,Jumat (17/7/2020). (Gik)

Advertisement

Trending