Connect with us

Headline

Menhub Terus Bernegoisasi dengan Singapura “Rebut” Ruang Udara Kepri

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

F28318720

Batam, Kabarbatam.com– Flight Information Region (FIR) atau ruang udara di wilayah Kepri yang saat ini masih dipegang Singapura akan diambil alih oleh pemerintah. Negoisasi pun terus dilakukan dengan mitra Indonesia di negeri jiran.  
“Kami menargetkan dapat mengambil alih FIR tersebut tahun ini. Komunikasi terus kami lakukan dengan Singapura,’ ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya, usai menghadiri Kesepakatan Kerja Sama dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Hang Tahap III, di Hang Nadim Batam, Kamis, 15 Agustus 2019. 
Budi Karya mengatakan, pemerintah masih secara intens berkomunikasi dengan Singapura. Untuk memgambil alih FIR tersebut, kata Budi, pemerintah juga mengupayakan menyiapkan sumber dayanya, termasyk SDM dan peralatan. 
“Pemerintah sudah menyiapkan. Kami upayakan FIR dapat kita ambil alih pada tahun ini,” ungkap Budi. Sekadar diketahui, ruang udara wilayah Indonesia, khususnya Blok A, B, C, dab D terdiri Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Natuna di Provinsi Kepri masih dikuasai Singapura. 
Untuk mengambil alih FIR tersebut, Menhub Budi Karya sebelumnya juga telah mengirim surat kepada mitranya di Singapura untuk membahas lebih lanjut proposal Indonesia terkait masalah ini.
“Komunikasi dan proses negoisasi dengan Singapura terus dilakukan. Progresnya terus memgalami kemajuan. Kita targetkan tahun ini dapat kita ambil alih,” ujarnya.
Wacana pemgambilalihan FIR ini mencuat setelah Presiden Joko Widodo menargetkan pemerintah akan menguasai kembali FIR Kepri dan Natuna. Jokowi menargetkan negosiasi ini akan rampung akhir 2019.
Selama ini, ruang udara di kepulauan Natuna dikelola Malaysia dan Singapura. Hal ini terjadi karena penetapan kavling-kavling pelayanan navigasi udara oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) terbentuk sebelum Indonesia merdeka. (adi)

Advertisement

Trending