Batam
Isdianto Berdiri di Depan Warga Ruli Jika Terjadi Penggusuran
Batam, Kabarbatam.com– Calon Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto siap berada di garda depan masyarakat rumah liar (ruli) Kota Batam apabila warga yang bermukim di ruli digusur tanpa ada kejelasan pengganti lokasi tempat tinggal yang layak.
Hal tersebut disampaikan Isdianto saat menggelar kampanye dan silaturahmi dengan masyarakat Ruli Kampung Nenas, Kelurahan Teluk Tering dan Ruli Kampung Air, Kelurahan Baloi Permai, Kota Batam, Minggu (1/11/2020).
Isdianto mengatakan, warga ruli jika sewaktu-waktu digusur harus mendapatkan kejelasan ganti rugi dan tempat tinggal yang layak. Pihak yang menggusur harus memberikan perhatian kepada warga Ruli, terlebih jika mereka sudah bermukim selama belasan tahun di daerah tersebut.
“Kalau nantinya ada pihak yang menggusur, pastikan bahwa Bapak-Ibu mendapatkan tempat pengganti. Harus ada kejelasan. Saya berada di depan bapak-ibu jika digusur tetapi tidak ada kejelasan tempat tinggal bagi bapak dan ibu,” kata Isdianto yang disambut tepuk tangan meriah dari warga.

Isdianto menyampaikan hal tersebut menjawab pertanyaan warga yang khawatir jika sewaktu-waktu ada pihak yang menggusur tempat tinggal mereka. “Mohon kami sebagai warga biasa yang tinggal di ruli agar lebih diperhatikan lagi. Jika digusur, apakah Pak Isdianto memperhatikan nasib kami,” ujar Warga.
Isdianto-Suryani (INSANI) berkomitmen memperhatikan masyarakat miskin di Kepri, termasuk Batam. Tidak hanya masalah ruli, Isdianto juga memastikan bahwa anak-anak di Kepri, termasuk di Batam tidak ada yang putus sekolah.
“Anak-anak kita harus sekolah untuk masa depan mereka. Kami, Insani serius untuk memberikan pendidikan gratis. Biaya SPP di sekolah negeri kita gratiskan, sedangkan di sekolah swasta kita berikan subsidi,” ungkapnya.
Subsidi di sekolah swasta diberikan agar anak-anak yang akan sekolah di swasta tidak terbebani dengan biaya yang mahal.
“Setiap tahun PPDB,anak-anak kita berlomba masuk sekolah negeri, kalau masuk swasta khawatir biayanya mahal. Untuk itu ke depan, di sekolah swasta kita subsidi agar anak-anak kita bisa bersekolah tanpa khawatir biaya yang mahal,” ujarnya.

Dalam visi misi INSANI, sambung Isdianto, sudah tercantum komitmen Isdianto-Suryani di bidang pendidikan dan kesehatan, juga perhatian kepada masyarakat miskin di Kepri.
“Di bidang kesehatan, bagi masyarakat miskin yang belum memiliki BPJS akan mendapatkan layanan kesehatan berupa Jaminan Kesehatan Masyarakat, agar seluruh masyarakat Kepri mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” ujarnya.
Masih banyak masyarakat Kepri yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, sehingga ke depan apabila Isdianto-Suryani terpilih, Isdianto memastikan bahwa masyarakat akan mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat.
Dalam kunjungannya di dua lokasi ruli yakni di Kampung Nenas dan Kampung Air, Kota Batam, Isdianto disambut hangat oleh masyarakat setempat. Hadir mendampingi Calon Gubernur Nomor Urut 2 ini, Wakil Ketua Tim Pemenangan INSANI Uba Ingan Sigalingging dan Bali Dalo SH.
Dalam kunjungannya di dua lokasi tersebut, Isdianto juga menerima beberapa masukan dari masyarakat, di antaranya terkait infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, pengadaan guru-guru agama, dan hal lainnya terkait kepentingan masyarakat setempat. (aan)
-
Natuna2 hari agoDi Bawah Kepemimpinan Raja Mustakim, KPDN Perluas Peran Sosial
-
Batam2 hari agoSatgas Cegah Lebih dari 2.000 PMI Non Prosedural, Kapolda: Polda Kepri Segera Bentuk Direktorat TPPO
-
Parlemen3 hari agoKomisi I DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Mediasi Polemik Lahan Kavling Batuaji Baru
-
Batam3 hari agoDPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Pendapat Wali Kota soal Ranperda LAM
-
Batam3 hari agoNegosiasi Senyap Owner PT ADB Tak Goyahkan Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Bangkai Kapal Tongkang di Lingga
-
Headline2 hari agoKomandan Kodaeral IV Kobarkan Semangat Prajurit TNI AL saat Peringati Pertempuran Heroik Laut Arafuru
-
Natuna3 hari agoBelajar dari YouTube, BUMDes Sebelat Mulai Ternak Ayam Pedaging
-
Tanjungpinang2 hari agoBTS Diduga Tak Berizin di Air Raja Tanjungpinang Tetap Beroperasi, Warga Khawatirkan Dampak Radiasi



