Headline
Berkunjung ke Pulau Penyengat, Lukita Kagumi Sejarah dan Situs Kerajaan Riau – Lingga

Batam, Kabarbatam.com– Bakal calon Wali Kota Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengunjungi Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Jumat (8/11/2019).
Kunjungan Lukita ke Pulau bersejarah ini sebagai bentuk menghormati sekaligus menjunjung tinggi unsur kedaerahan.
Di Pulau Penyengat, mantan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Waka Bappenas) juga menunaikan salat Jumat di Masjid Sultan Riau – Lingga.
Mengenakan busana serba putih, pria yang pernah menjabat Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini juga menyempatkan mengunjungi beberapa situs bersejarah masyarakat Melayu, dan terkenal sebagai tempat pertahanan Raja Kecil saat melawan serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau pada tahun 1719.
Selain itu, Lukita beserta rombongan juga menyempatkan mengunjungi sejumlah benteng pertahanan dibangun pada 1782-1784 untuk menghadapi perang melawan Belanda. Lukita juga menyempatkan menikmati suasana Pulau Penyengat dengan menggunakan becak motor.
Puas berkeliling, bakal calon Wali Kota Batam ini bersilaturahmi dan berbincang hangat dengan sejumlah tokoh masyarakat di pulau tersebut. Bahkan sambil duduk di pendopo depan Masjid Pulau Penyengat ini, ia pun sempat melayani sejumlah warga untuk berswafoto.
“Hari ini, saya bersama tim dan sahabat-sahabat mengunjungi Pulau Penyengat, sekaligus melaksanakan salat Jumat bersama. Dimana kunjungan ini, sebagai bentuk melaksanakan filosofi “Di mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung’,” jelasnya.
Dan kunjungan kali ini, tambahnya, merupakan kesempatan baginya untuk mengunjungi sebuah tempat yang paling bersejarah, khususnya untuk masyarakat Kepri dan Riau.
“Kita tahu, ada sejarah panjang di sini. Bahkan sejumlah makam dari para raja-raja ada di sini,” terangnya.
Ia pun mengaku sangat kagum dan bangga setelah berkeliling di Pulau Penyengat. Mengingat, ada banyak hal yang bisa diketahui akan kehidupan para raja di zaman terdahulu dengan mengunjungi situs bersejarah tersebut.
“Sangat luar biasa dan patut berbangga, bahwa Kepri memiliki situs bersejarah seperti ini. Bahkan hingga saat ini terawat dengan baik serta asri. Dan saya pun berharap, situs ini bisa terjaga dengan baik. Sehingga wisatawan mancanegara dan domestik bisa menikmati ini semua,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Situs Pulau Penyengat dapat dijangkau menggunakan perahu motor dalam waktu 15 menit dari Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.
Setibanya di dermaga Pulau Penyengat, setiap pasang mata akan tertuju pada Masjid Sultan Riau – Lingga yang didominasi warna kuning dan hijau menyala dan terlihat kontras dengan bangunan di sekitarnya.
Masjid Sultan Riau ini memiliki desain arsitektural unik bergaya persia dan turki dengan empat menara berbentuk kerucut dan memiliki tujuh pintu masuk serta enam jendela.
Pada bagian atas masjid dan menara, terdapat 17 kubah dengan bentuk menyerupai bawang yang melambangkan 17 rakaat berdirinya shalat fardu sehari semalam. Menurut sejarah, Masjid Sultan Riau – Lingga ini merupakan Masjid tertua di Indonesia yang memiliki kubah di bagian atasnya.
Di halaman masjid terdapat Rumah Sotoh dan Balai pertemuan bagi jamaah. Masjid yang berdiri kokoh sejak tahun 1832 ini. Konon dibangun menggunakan campuran putih telur, kapur, tanah liat, dan pasir.
Keberadaan masjid ini menjadi sentral pembelajaran Islam di Riau dan sekitarnya, bahkan setiap hari Jumat dan hari-hari besar Islam, Masjid Sultan Riau -Lingga ini selalu didatangi jamaah dari Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Tidak jauh dari Masjid Sultan Riau, terdapat makam raja-raja Riau yang setiap harinya tidak pernah sepi dikunjungi. Wisatawan yang datang ke Pulau Penyengat tidak hanya sekadar untuk berfoto semata, tetapi juga untuk berziarah dan berwisata rohani dengan mengetahui sejarah Islam di Riau, yang kini bernama Kepulauan Riau. (*)









-
Batam2 hari ago
Kesal Gegara Judi Slot, Wanita Muda di Batam Tikam Pacar hingga Tewas
-
Natuna2 hari ago
Pintu Masuk Wisatawan Mancanegara Makin Mudah, Lewat Malaysia ke Natuna
-
Headline2 hari ago
Sukseskan Mubes dan PSBM di Makassar, KKSS Kepri Utus 35 Orang Peserta dan Delegasi
-
Batam1 hari ago
Solusi untuk Kepri Menghadapi Tarif Impor yang Dikenakan Presiden AS Donald Trump
-
Natuna3 hari ago
Momen Lebaran Masih Hangat di Natuna, Sejumlah Tokoh Politik Bersilaturahmi
-
Batam17 jam ago
Merespon Kebijakan Tarif Impor-Ekspor AS: Ini Strategi BP Batam Pertahankan Pangsa Pasar Global
-
Bintan2 hari ago
Lebaran Ketiga, Bupati Roby Kurniawan Gelar Open House di Kediaman
-
Batam3 jam ago
Ada Penggantian Gate Valve di Sei Harapan, Suplai Air di Tj Riau & Sekitarnya Mengalir Kecil