Batam
Wahyu Wahyudin Dorong Pemprov Kepri Biayai Anak Berprestasi Yang Kurang Mampu Magang dan Kerja ke Jepang
Batam, Kabarbatam.com – Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau agar bisa mensubsidi atau membiayai program kerja ke Jepang untuk anak-anak berprestasi yang kurang mampu.
Menurut Wahyu, melalui program Kepri Omotenashi Magang dan Kerja ke Jepang mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau.
Diketahui, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang, bahwa Jepang di tahun 2020 defisit kuota kurang lebih 345 ribu tenaga kerja yang tersebar di 14 sektor usaha.
Dari 345 ribu kuota tenaga kerja tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak negara sehingga terprediksi akan ada persaingan antar negara untuk mengisi kuota tersebut selama 5 tahun ke depan. Indonesia sendiri telah menargetkan untuk mengisi kuota sebanyak 70 ribu tenaga kerja.
Secara umum, persyaratan bekerja di Jepang sangatlah sederhana yaitu berbadan sehat dan bisa berbahasa Jepang minimal N4. Sedangkan persyaratan test pendukung, untuk program tokutei ginou bisa diambil di negara asal.
Dalam kesempatan ini, Wahyu Wahyudin mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau agar bisa mensubsidi atau membiayai program kerja ke Jepang untuk anak-anak berprestasi yang kurang mampu.
“Ada biaya yang harus di subsidi atau di gratiskan tiap peserta oleh Pemprov Kepri meliputi, pemagangan skill bahasa Jepang dan skill bidang, transportsi, akomodasi, berangkat dan Visa serta pendampingan bagi peserta selama 1 bulan di Jepang,” ungkap Wahyu Wahyudin, Senin (14/3/2022).
Dijelaskan Wahyu, biaya pemagangan, tiket, visa dan pendampingan cukup mahal sehingga jika memang ada signal kuat subsidi dari Pemrov Kepri tentu hal ini akan terwujud.
“Program Kepri Omotenashi Magang dan Kerja ke Jepang butuh dukungan dari Pemprov Kepri. Tentu hal ini dapat mengurangi angka pengangguran serta kemiskinan di Provinsi Kepri,” jelasnya.
Tentunya, dengan memiliki penghasilkan standar luar negeri maka diharapkan peserta terpilih akan mampu membangun kesejahteraan diri, keluarga dan juga lingkungan sekitar.
Proses belajar di Omotenashi School berlangsung selama 8 bulan dengan rincian 2 bulan masa persiapan belajar dan 6 bulan masa belajar dengan native speaker.
Out put belajarnya, siswa memperoleh point 3.5 atau mencapai kemampuan level antara N3-N4 dalam pembelajaran bahasa Jepang.
Kemudian, siswa dapat mengerti dan berkomunikasi dengan orang Jepang sehingga dapat bekerjasama dalam pekerjaan.
Selanjutnya, siswa dapat mengikuti proses wawancara langsung dengan perusahaan user. Kemudian, siswa dapat berfikir dan bekerja seperti orang Jepang.
Untuk persyaratan pendaftaran, lulusan SMU atau sederajat (boleh bagi siswa kelas12). Bersedia dan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik, usia 18-30 Tahun serta sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna bebas narkoba serta berkelakuan baik. (Atok)
-
Batam2 hari agoKapal Mutiara Galrib Samudera Muatan Limbah Hitam Kandas, Laut Sekupang Terancam Tercemar
-
Batam1 hari agoWamen Desa Lantik Agus Wibowo sebagai Ketua DPP IARMI Kepri, Siapkan Program Menwa Masuk Desa dan Pulau
-
Batam2 hari agoPLN Batam Gelar First Piling Proyek PLTGU Batam #1 120 MW, Perkuat Sistem Kelistrikan dan Dorong Ekonomi Batam
-
BP Batam10 jam agoBP Batam di SMF 2026 Singapura: Jadikan Batam Pusat Eksekusi Investasi Tercepat di Asia Tenggara
-
Batam2 hari agoSetetes Darah, Sejuta Harapan: Kolaborasi KJK dan Lintas Institusi Gelar Donor Darah HPN 2026
-
Batam2 hari agoBertemu Ketua KJK, Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang Siap Hadiri Aksi Tanam Mangrove Sempena HPN 2026
-
Batam2 hari agoTim Gabungan KSOP Batam Pasang Oil Boom Antisipasi Tumpahan Limbah Hitam Meluas di Laut Sekupang
-
Headline2 hari agoGusti Yennosa (Ocha) Kembali Nahkodai IJTI Kepri Periode 2026–2030



