Batam
Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam Siap Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Batam, Kabarbatam.com – Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam (AGKIMB) secara legal resmi terbentuk dan berbadan hukum. Aliansi ini berkomitmen mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi dan industri maritim di Batam.
Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam (AGKIMB) yang dinahkodai Osman Hasyim, memiliki tekad mengembalikan kejayaan industri maritim Batam dari keterpurukan.
Ketua Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam Osman Hasyim mengatakan, Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam (AGKIMB) terdiri dari 5 asosiasi di bidang maritim yakni Indonesian Shipping Agent Association (ISAA), Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Asosiasi Logistik Forwarding Indonesia (ALFI), Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) dan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO)
“Misi utama AGKIMB, tentu sebagai corong dalam menyampaikan ide-ide, gagasan untuk membantu pemerintah melindungi industri maritim,” ujar Ketua AGKIMB Osman Hasyim didampingi Sekretaris AGKIMB Martin Andirura, Senin (29/8/2022).
Osman menjelaskan, aliansi AGKIMB ini secara legal dan berbadan hukum terbentuk setelah melewati berbagai upaya perjuangan untuk membangkitkan dunia industri maritim.
“Kala itu aliansi kita ini belum berbadan hukum dan pada rapat beberapa waktu lalu, rekan-rekan yang tergabung dalam aliansi ini menginginkan aliansi ini tetap eksis sehingga terbentuklah aliansi yang telah berbadan hukum,” jelasnya.
Sembari bercerita, Osman menyampaikan, pada tahun 2016 silam aliansi AGKIMB sudah mengingatkan BP Batam serta instansi, lembaga terkait tentang kebijakan-kebijakan yang kontra produktif di Kota Batam.
“Jika kebijakan-kebijakan yang kontra produktif itu dilaksanakan, maka kita pastikan ekonomi Batam akan anjlok. Dan ternyata perkiraan kita benar,” tuturnya.
Pada saat itu, kata Osman, kapal-kapal tak ingin masuk ke Kota Batam. Namun, justru kebijakan itu tetap dilaksanakan dan pada akhirnya timbulah PHK besar-besaran.
Menurut Osman, aecara geografis Batam memiliki lokasi yang sangat strategis dan ekonomis. Dan itu tidak dimiliki oleh daerah bahkan negara lainnya.
“Negara yang makmur hanya memiliki letak strategis hanya satu jalur. Sementara di Batam ini, dua jalur yakni utara, selatan, barat dan timur sehingga tidak ada di dunia ini sehebat kita,” terangnya.
Lanjut, Osman menuturkan, saat ini konsep yang disampaikan pemerintah menurut aliansi AGKIMB sudah tepat. Tinggal sentralnya seperti apa.
“Kalau kita hitung dari geografis, sentranya itu harusnya di Batam. Karena disinilah letak lintang alur pelayaran internasional. Oleh karena itu, di dalam memperjuangkan misi masing-masing asosiasi yang tergabung dalam AGKIMB tentu kita dukung. Apabila nanti mereka menemui sebuah masalah, maka kita bantu bersama-sama dengan daya dongkrak yang lebih kuat,” pungkasnya. (Atok)
-
Batam3 hari agoAgung Widodo Resmi Jabat Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Jabat Kakanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara
-
Batam1 hari agoKapal Mutiara Galrib Samudera Muatan Limbah Hitam Kandas, Laut Sekupang Terancam Tercemar
-
Batam4 jam agoWamen Desa Lantik Agus Wibowo sebagai Ketua DPP IARMI Kepri, Siapkan Program Menwa Masuk Desa dan Pulau
-
Batam2 hari agoMuhammad Yunus Muda Resmi Jabat Wakil Ketua III DPRD Kota Batam
-
Batam2 hari agoInfluencer Batam Yusi Fadila Jadi Korban Penipuan Jual Beli HP, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
-
Batam3 hari agoDisambangi DPN, KEK Tanjung Sauh Optimis Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Atas 8 Persen
-
Batam1 hari agoPLN Batam Gelar First Piling Proyek PLTGU Batam #1 120 MW, Perkuat Sistem Kelistrikan dan Dorong Ekonomi Batam
-
Headline2 hari agoMulai Februari, Citilink A320 Layani Penerbangan Tanjungpinang-Jakarta Setiap Hari, Gantikan Garuda Indonesia



