Connect with us

Batam

Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam Siap Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Published

on

img 20220829 wa0072
Ketua AGKIMB Osman Hasyim didampingi Sekretaris AGKIMB Martin Andirura,

Batam, Kabarbatam.com – Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam (AGKIMB) secara legal resmi terbentuk dan berbadan hukum. Aliansi ini berkomitmen mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi dan industri maritim di Batam.

Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam (AGKIMB) yang dinahkodai Osman Hasyim, memiliki tekad mengembalikan kejayaan industri maritim Batam dari keterpurukan.

Ketua Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam Osman Hasyim mengatakan, Aliansi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim Batam (AGKIMB) terdiri dari 5 asosiasi di bidang maritim yakni Indonesian Shipping Agent Association (ISAA), Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Asosiasi Logistik Forwarding Indonesia (ALFI), Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) dan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO)

“Misi utama AGKIMB, tentu sebagai corong dalam menyampaikan ide-ide, gagasan untuk membantu pemerintah melindungi industri maritim,” ujar Ketua AGKIMB Osman Hasyim didampingi Sekretaris AGKIMB Martin Andirura, Senin (29/8/2022).

Batam Harris Promo Resort

Osman menjelaskan, aliansi AGKIMB ini secara legal dan berbadan hukum terbentuk setelah melewati berbagai upaya perjuangan untuk membangkitkan dunia industri maritim.

“Kala itu aliansi kita ini belum berbadan hukum dan pada rapat beberapa waktu lalu, rekan-rekan yang tergabung dalam aliansi ini menginginkan aliansi ini tetap eksis sehingga terbentuklah aliansi yang telah berbadan hukum,” jelasnya.

Sembari bercerita, Osman menyampaikan, pada tahun 2016 silam aliansi AGKIMB sudah mengingatkan BP Batam serta instansi, lembaga terkait tentang kebijakan-kebijakan yang kontra produktif di Kota Batam.

“Jika kebijakan-kebijakan yang kontra produktif itu dilaksanakan, maka kita pastikan ekonomi Batam akan anjlok. Dan ternyata perkiraan kita benar,” tuturnya.

Pada saat itu, kata Osman, kapal-kapal tak ingin masuk ke Kota Batam. Namun, justru kebijakan itu tetap dilaksanakan dan pada akhirnya timbulah PHK besar-besaran.

Menurut Osman, aecara geografis Batam memiliki lokasi yang sangat strategis dan ekonomis. Dan itu tidak dimiliki oleh daerah bahkan negara lainnya.

“Negara yang makmur hanya memiliki letak strategis hanya satu jalur. Sementara di Batam ini, dua jalur yakni utara, selatan, barat dan timur sehingga tidak ada di dunia ini sehebat kita,” terangnya.

Lanjut, Osman menuturkan, saat ini konsep yang disampaikan pemerintah menurut aliansi AGKIMB sudah tepat. Tinggal sentralnya seperti apa.

“Kalau kita hitung dari geografis, sentranya itu harusnya di Batam. Karena disinilah letak lintang alur pelayaran internasional. Oleh karena itu, di dalam memperjuangkan misi masing-masing asosiasi yang tergabung dalam AGKIMB tentu kita dukung. Apabila nanti mereka menemui sebuah masalah, maka kita bantu bersama-sama dengan daya dongkrak yang lebih kuat,” pungkasnya. (Atok)

Advertisement

Batam Harris Promo Resort

Batam Harris Promo Resort

Trending