Batam
Amsakar Dampingi Menteri Dukbangga Resmikan Kantor BKKN Kepri, Sinergi Quick Win dan Ketahanan Keluarga
Batam, Kabarbatam.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan keluarga berkualitas dengan mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., dalam peresmian Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Sekupang, Jumat (24/10/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Rizki Faisal, Bupati Natuna Cek Sui Lan, perwakilan DPRD Kepri, Staf Ahli Gubernur Kepri, serta Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Rohania.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Menteri dan rombongan di Kota Batam, Bandar Madani.

“Selamat datang di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kami sangat bangga dan berharap kunjungan ini memberi inspirasi bagi kami di daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga memaparkan potret umum Kota Batam sebagai gambaran dukungan daerah terhadap program BKKBN. Ia menjelaskan, Batam berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa, terdiri atas 12 kecamatan dan 64 kelurahan, serta termasuk salah satu dari sembilan daerah dengan tingkat kemandirian fiskal tertinggi di Indonesia.

Tak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, Pemko Batam juga memberi perhatian besar terhadap kelompok rentan. Saat ini, bantuan sosial sebesar Rp300 ribu per bulan disalurkan kepada sekitar 3.930 warga lanjut usia (lansia).
“Insyaallah, program ini terus kami perkuat sebagai wujud kepedulian terhadap warga lansia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Amsakar menegaskan dukungan penuh terhadap percepatan program nasional Quick Win BKKBN yang disinergikan dengan Kampung Keluarga Berkualitas. Saat ini, empat kader di setiap kelurahan tengah dilatih sebagai penggerak utama program tersebut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional BKKBN, Pemko Batam mengembangkan empat program unggulan penguatan keluarga di tingkat kelurahan.
Keempatnya mencakup:
1. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) — menegaskan peran ayah sebagai teladan dan pilar ketahanan keluarga;
2. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) — melibatkan 544 tim atau 1.632 kader dalam pemetaan enam kategori pencegahan stunting sejak pranikah hingga anak usia lima tahun;
3. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) — fokus pada penguatan kegiatan Bina Keluarga Balita dan pemetaan lokasi pengasuhan anak;
4. SIDAYA (Lansia Berdaya) — memberdayakan lebih dari 31.763 (data SIGA) keluarga lansia melalui pembentukan Sekolah Lansia di setiap kelurahan, agar mereka tetap aktif, produktif, dan mandiri.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji.
Empat program tersebut menjadi bagian dari strategi Batam dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi ketahanan sosial dan sumber daya manusia unggul, sejalan dengan semangat kolaborasi pemerintah daerah dan BKKBN.
“Kunjungan Bapak Menteri menjadi penyemangat kami membangun keluarga tangguh, masyarakat sehat, dan generasi Batam yang berkualitas,” tutur Amsakar.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, menekankan pentingnya bina ketahanan keluarga sebagai langkah strategis menghadapi berbagai persoalan sosial, seperti perceraian dan stunting.
“Kalau kita tahu sebab suatu persoalan dalam keluarga, maka bisa kita selesaikan melalui bina ketahanan keluarga,” ujarnya.

Ia juga mendorong setiap perusahaan, terutama di kawasan industri, untuk menyediakan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) bagi anak-anak pekerja. Menurutnya, keberadaan taman asuh kini menjadi bagian dari indikator PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Kami berharap perusahaan yang memiliki banyak karyawan, terutama perempuan, memberi ruang bagi taman asuh. Anak-anak mereka juga punya hak untuk tumbuh di lingkungan yang aman dan layak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wihaji menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, BKKBN, dan dunia usaha dalam mewujudkan keluarga kuat dan generasi masa depan yang unggul. Ia berharap kehadiran gedung baru BKKBN Kepri menjadi momentum memperkuat semangat seluruh jajaran dalam menjalankan program ketahanan keluarga.
“Gedung boleh baru, tapi semangat pelayanan harus terus menyala demi terwujudnya keluarga Indonesia yang tangguh dan sejahtera,” pungkasnya. (*)
-
Natuna2 hari agoPemkab Natuna Perketat Pengawasan Dana Desa, Dua Kades Diberhentikan Sementara
-
Batam21 jam agoKebakaran Hebat Landa Pusat Kuliner Mega Legenda, Warga Panik dan Berhamburan
-
Headline2 hari agoWarga Batam Kini Bisa Terbang Langsung ke Kuala Lumpur, Harga Mulai Rp899 Ribuan
-
Batam3 hari agoKolaborasi KJK, Pemko Batam, Dunia Usaha dan Elemen Masyarakat Bersihkan Pantai Lagorap Nongsa
-
Batam3 hari agoAmat Tantoso: Media Harus Jeli Membaca Peluang di Tengah Gejolak Global
-
Bintan2 hari agoDua Pekerja Terseret Arus di Perairan Pulau Poto Bintan: Satu Orang Meninggal, Satu Lainnya Dalam Pencarian
-
Batam1 hari agoOmbudsman Kepri Minta Pemerintah Ungkap Aktor Penyelundupan 1.897 Ton Beras Ilegal di Karimun
-
BP Batam20 jam agoBatam Melesat, Realisasi Investasi Tembus Rp69,30 Triliun



