Connect with us

Headline

Asyiknya Kedai Baca di Laman Boenda Batu 10 Tanjungpinang

Published

on

Foto Laman Boenda Batu 10, taman baca, tanjungpinang
Kedai baca milik Benni Oloan di Laman Boenda Batu 10, Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Kabarbatam.com – Adzan Ashar baru saja usai. Pemuda berkulit sawo matang dan berewokan itu bergegas menyusun buku-buku bacaan dalam box plastik khusus yang cukup besar.

Setidaknya ada tiga box plastik yang berisi penuh buku-buku bacaan. Mulai dari buku anak-anak sampai buku tentang bisnis, politik, hukum, lingkungan dan sebagainya. Berbagai majalah dan tabloid juga ada.

Setelah tersusun rapi, box yang berisi puluhan buku tersebut kemudian dia angkut ke Laman Boenda Batu 10, sebuah taman tempat bermain keluarga yang letaknya tidak jauh dari Pasar Bintan Center Kota Tanjungpinang.

Pemuda yang belakangan bernama Benni Oloan yang juga bekerja sebagai salah satu staf di Kantor DPD Golkar Provinsi Kepeulauan Riau tersebut kemudian menggelar karpet plastik di tanah lapang berumput di area Laman Boenda Batu 10.

Buku-buku yang di dalam box satu-satu dia keluarkan dan disusun berjejer rapi di karpet plastik.

Foto Laman Boenda Batu 10, taman baca, tanjungpinang

Di tempat tersebut anak-anak dan orang dewasa’ yang biasa membaca buku-buku Kedai Baca milik Benni sudah berkumpul. Mereka seolah tidak sabar untuk melihat dan membaca buku koleksi terbaru dari Kedai Baca miliknya.

“Tidak hanya buku bacaan. Kami sediakan juga buku menggambar dan mewarnai untuk anak-anak. Silahkan manfaatkan Kedai Baca. Jangan khawatir, kami tidak memungut biaya. Kami gratiskan bagi pengunjung yang mau baca buku-buku kami,” kata Benni.

Inisiatifnya membuka Kedai Baca, menurut Benni karena makin menurunnya minat baca dan literasi masyarakat di era sekarang ini. Masyarakat lebih cenderung beralih ke android dan kurang tertarik ke buku.

Tidak hanya itu, dirinya juga ingin anak-anak terbangun kreativitas dan inovasi secara mandiri. “Karena itu kita juga menyediakan buku mewarnai dan menggambar. Kita ingin mengedukasi tentang pentingnya literasi dan membangun kreativitas,” kata Benni sambil melayani salah seorang pengunjung yang ingin meminjam buku di Kedai Baca miliknya.

Namun Kedai Baca milik Benni tidak setiap hari buka di Laman Boenda Batu 10. Hanya Sabtu dan Minggu sore saja Kedai Baca miliknya dibuka. “Di luar hari itu saya harus bekerja,” katanya.

Ketika ditanya tentang jumlah pengunjung Laman Boenda Batu 10 yang mau memanfaatkan Kedai Baca miliknya, Benni mengaku cukup banyak. “Saya tidak persoalkan banyak atau sedikitnya pengunjung. Yang penting saya berbuat sebisanya untuk kebaikan,” katanya kalem.

Tetap semangat ya Ben!

Advertisement
Bp Batam

Trending