Batam
Baru Terungkap, Seorang Tenaga Kerja Asing Dilaporkan Tewas Lakakerja di PT KIDE
Batam, Kabarbatam.com – Selain mempekerjakan hampir sebagian besar Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok, peristiwa naas laka kerja yang cukup mengenaskan ternyata juga pernah terjadi di PT KIDE Kawasan Industri PT Nusa Solar Indonesia, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Salah satu saksi mata kejadian tersebut, Agus mengungkapkan, bahwa peristiwa naas itu terjadi sekitar 2 bulan lalu saat menjelang bulan puasa.
“Laka kerja itu terjadi saat TKA ini tengah bekerja. Material besi yang diangkat oleh alat berat crane tiba-tiba jatuh dan menimpa TKA tersebut hingga tewas,” ungkap Agus.
Lanjut, Agus menuturkan, tak berapa lama mobil Ambulance tiba di lokasi dan secepat mungkin mengevakuasi jasad TKA tersebut. “Anehnya mobil Ambulance itu tidak dihidupkan sirine dan langsung secepat mungkin mengevakuasi jasad pria tersebut ke RS Soedarsono,” ujarnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan, Kapolsek Nongsa Kompol Restia Octane Guchy membenarkan peristiwa laka kerja tersebut.
“Iya, sudah kita serahkan ke kedutaan,” singkat Kompol Restia Octane Guchy, Sabtu (18/5/2024) siang.
Sebelumnya, keberadaan puluhan TKA asal Tiongkok yang direkrut langsung oleh PT KIDE sempat menjadi pusat perhatian masyarakat setempat.
Meski, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mengklaim bahwa keberadaan TKA asal Tiongkok ini telah dilengkapi dokumen Keimigrasian, masyarakat justru sangat menyayangkan tindakan perusahaan yang lebih memprioritaskan TKA tersebut ketimbang pekerja lokal.
“Masyarakat di Kecamatan Nongsa masih banyak yang menganggur. Kenapa perusahaan itu lebih memilih memprioritaskan TKA dibandingkan masyarakat tempatan. Sementara sudah jelas perusahaan itu berdiri di negara Indonesia,” ujar Akmal, masyarakat tempatan Kabil.
Menurut Akmal, Pemerintah Provinsi Kepri dan terkhusus Penko Batam diharapkan dapat kembali mengevaluasi soal penerimaan TKA asing. Mengingat, masih banyak masyarakat di Batam yang belum mendapatkan pekerjaan.
“Penerimaan TKA seharusnya dibatasi, berikanlah kesempatan kepada kami masyarakat setempat. Apalagi, posisi kerja TKA tersebut masih sebatas buruh kasar, atau operator dan atau mungkin setingkat lebih tinggi, tanpa tenaga mereka pun kami masih sanggup. Minimal warga Batam yang juga memiliki keahlian di bidang yang dibutuhkan dapat diakomodir di perusahaan tersebut,” pungkasnya. (Atok)
-
Batam2 hari agoWarga Batam Tempuh Jalur Hukum Diduga Ditipu Ratusan Juta Bisnis Dana Talangan BFI Finance
-
Batam2 hari agoPelaku Pengrusakan Ratusan Pohon Jati Emas di Batam Diringkus, Ngaku Tak Tahan Tekanan Hidup
-
Batam2 hari agoPolisi Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Batam, Beli Pertalite Berbekal Surat Rekom lewat Calo Rp4 Juta
-
Headline2 hari agoDari Pulau Penyengat, AJI Tanjungpinang Serukan Kebebasan Pers
-
Headline2 hari agoKadin Sambut Baik Evaluasi HPM Pasir Kuarsa di Kepri, Sinyal Positif bagi Investasi
-
Batam1 hari agoIndonesia Autism Summit 2026 Digelar Juni Mendatang di Batam, Siap Beri Edukasi Komunitas Autisme
-
Batam1 hari agoTerlibat Kejahatan Scam Trading, 210 Warga Negara Asing Terjaring Operasi Keimigrasian di Batam
-
Batam1 hari agoViral di Medsos, Imigrasi Batam Klarifikasi Dugaan Pemerasan WN Singapura di Pelabuhan Internasional Sekupang



