Connect with us

Batam

BBK Murah Strategi Kadin Tarik Investor, Maruf: Pemulihan Ekonomi Harus Masif

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

F34938992

Batam, Kabarbatam.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri membuka peluang masuknnya investasi asing ke Kepri, khususnya Batam untuk membangkitkan lagi perekonomian di masa pandemi covid-19.
Hal ini sejalan dengan komitmen Kadin untuk melakukan recovery atau pemulihan ekonomi dan target pertumbuhan ekonomi 7 persen. Salah satu cara yang dilakukan Kadin untuk memarik masuknya investasi asing tersebut yakni Program BBK (Batam, Bintan, Karimun) Murah.
Program ini sudah diluncurkan oleh Kadin Kepri beberapa waktu lalu. Menariknya, program ini meeupakan yang pertama ada di wilayah kawasan industri di Indonesia.
“Ini salah satu solusi untuk membangkitkan lagi perekonomian kita. Program BBK murah ini memberikan banyak kemudahan bagi investor agar mereka tertarik menanamkan modalnya di Kepri,” ungkap Maruf.
Kemudahan tersebut, sambung Maruf, salah satunya yakni menggratiskan sewa lahan selama 5 tahun pertama untuk investor yang menanamkan modalnya di Kepri.
Pada tahap awal, Kadin Kepri menyiapkan lahan seluas 30 hektare yang tersebar di Batam, Bintan, dan Karimun. Lahan tersebut, sambung Maruf, dari segi legalitas dan administrasi sudah diurus dan telah clear.
“Kita ingin investor yang masuk merasa nyaman, sehingga tidak dipusingkan lagi soal perizinan maupun legalitas lahan dan lainnya,” kata Maruf.
Owner Wiraraja Group ini menambahkan, sejak program BBK Murah diluncurkan pada 11 Mei 2020 lalu, sudah ada 11 perusahaan asal Amerika yang akan keluar dari Tiongkok yang menyatakan bersedia masuk ke Kepri dan akan memanfaatkan program BBK Murah yang ditawarkan Kadin Kepri.
“Kalau kondisi Covid-19 membaik, kami akan ke Amerika bertemu dengan pihak perusahaan yang akan keluar dari Tiongkok itu,” ujar Ma’ruf.
Sejumlah perusahaan dari Jepang juga sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di BBK. Pihaknya terus melakukan komunikasi dengan
para calon investor.
Bahkan, sambung Maruf lagi, tak menutup kemungkinan perusahaan dari negara lain juga masuk ke Kepri memanfaatkan program BBK Murah
tersebut.
Ma’ruf yang juga ketua DPD Partai Golkar Kepri ini mengatakan, Kadin Kepri sudah melaporkan program ini ke Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian Airlangga Hartarto dan menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Alhamdulillah, responnya bagus, mendapat apresiasi dan dukungan. Ini pertama di Indonesia sehingga bakal jadi percontohan untuk daerah
lainnya. Apalagi mendapatkan respon positif dari Presiden,” ujar Ma’ruf.
Pemerintah diharap beri kemudahan
Ma’ruf meminta kepada pemerintah daerah, baik Pemprov maupun pemko dan pemkab agar mendukung program BBK Murah yang dicetuskan Kadin Kepri.
Caranya, tambah Maruf, dengan memberikan kemudahan pengurusan izin usaha pada investor yang menyatakan minatnya berinvestasi di BBK.
“Kami sudah memberikan kemudahan dengan menggratiskan sewa lahan selama lima tahun pertama. Investor akan semakin tertarik berinvestasi di BBK jika semua perizinan usaha,
ketenagakerjaan, termasuk tenaga kerja asing (TKA) diberi kemudahan oleh pemerintah daerah,” tambahnya.
Tak hanya itu, hendaknya pemda maupun pelaku usaha lainnya juga memberikan kemudahan-kemudahan lain, seperti memberikan insentif pajak,
menurunkan biaya logistik, dan biaya-biaya lain yang selama ini membebani investor, serta beragam relaksasi lainnya.
“Sebagai pelaku usaha, itu yang kami harapkan agar iklim investasi di daerah tetap bergairah dan mampu kompetitif. Kita harapkan tidak ada lagi birokrasi yang berbelit, lama, dan berbiaya mahal. Saat ini, Kepri butuh investasi untuk memacu lagi perekonomiannya,” ujar Ma’ruf.
Soal besaran nilai investasi 11 perusahaan Amerika yang menyatakan minatnya masuk ke BBK? Ma’ruf mengatakan, tahap awal nilai investasi
masing-masing kurang lebih 50 juta dolar AS. Estimasi awal, jumlah tenaga kerja yang terserap bisa mencai 2.000 orang.
“Pokoknya, kitasiap bersaing dengan Vietnam. Kita tawarkan lebih dari yang ditawarkan Vietnam. Contohnya sewa lahan, Vietnam free 2
tahun, kita kasi free 5 tahun. Sepanjang hal yang diminta dalam kendali Kandin, bisa kita beri lebih,” ungkap Ma’ruf. (*)

Advertisement

Trending