Kepri
BI Panen Perdana Cabai Merah Proliga di Kabupaten Karimun
Batam, Kabarbatam.com – Bank Indonesia (BI) Kepri terus berupaya dalam mengendaikan inflasi volatile food, terutama kestabilan harga komoditas cabai merah.
Pada tahun 2019 melalui pedoman pengembangan model bisnis Cabai yang diberikan oleh Departemen Pengembangan UMKM Kantor Pusat, Bank Indonesia Kepri mulai melakukan implementasi model bisnis pengembangan Cabai Merah yang dikombinasikan dengan penerapan teknologi budidaya Produksi Lipat Ganda (Proliga) dari BPTP Provinsi Kepri.
Implementasi pertama difokuskan pada peningkatan produksi dengan demplot 1 ha lahan di Kelompok Tani Maju Mandiri Setokok Kota Batam, yang membuahkan hasil peningkatan produksi total sebesar sebesar 17% dari sebelumnya 18 ton/ha menjadi 21.07 ton/ha.
Berangkat dari keberhasilan ini, BI Kepri berupaya untuk mendorong replikasi penerapan model bisnis dan teknologi proliga ini kepada kelompok tani melalui pelatihan dan sekolah lapang yang dilakukan secara hybrid baik fisik maupun virtual.
Hal ini didukung dengan pedoman replikasi yang dibentuk oleh Departemen Regional Kantor Pusat, dan juga dukungan dari berbagai stakeholders di daerah khususnya Dinas Pertanian Provinsi Kepri maupun Dinas Pertanian di Kabupaten/Kota.
Total replikasi yang telah dilakukan selama tahun 2020 sampai dengan 2021 adalah terjadinya perluasan lahan menjadi 11 ha, dari demplot awal sebesar 1 ha.
Sedangkan total kelompok tani yang terlibat juga meningkat dari sebelumnya 1 poktan menjadi 6 poktan, yang terfokus di 2 (dua) wilayah yaitu Kota Batam dan Kabupaten Karimun.

Khusus di Kabupaten Karimun, proses replikasi diawali dengan kegiatan sekolah lapang yang telah dilakukan pada tahun 2020 kepada 2 (dua) kelompok tani yaitu Kelompok Tani Makmur dengan luasan lahan 1 ha dan Kelompok Tani Tunas Bertuah dengan luasan lahan 2 ha tempat kita melakukan kegiatan panen perdana saat ini.
Output produksi meningkat cukup signifikan dari sebelumnya 10 ton/ha menjadi 20 ton/ha atau meningkat 2x lipat sesuai dengan nama teknologi yang diterapkan, yaitu Produksi Lipat Ganda (Proliga).
Tentu keberhasilan ini didukung oleh berbagai pihak baik dari tingkat pusat melalui pedoman-pedoman yang diberikan serta pendampingan dan fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Karimun, melalui Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun.
Berdasarkan data kebutuhan komoditas Cabai Merah di Kabupaten Karimun, total kebutuhan Cabai Merah mencapai 11.23 ton/minggu, sedangkan produksi lokal hanya mampu men-supply sebesar 4 ton/minggu atau hanya 36% dari total kebutuhan.
Hal ini berarti kebutuhan pasar lokal masih dibutuhkan sangat besar. Untuk itu, BI menghimbau bahwa program ini terus diperluas khususnya oleh Pemerintah Daerah Karimun sehingga tercipta peningkatan jumlah produksi yang massif dan pada akhirnya kebutuhan lokal dapat terpenuhi bahkan surplus.(*)
-
Natuna11 jam agoWFH Segera Diterapkan untuk ASN Pemkab Natuna
-
Bintan2 hari agoLepas 44 Jamaah Calon Haji, Bupati Roby: Khusyuk Beribadah, Selamat Pergi dan Selamat Kembali
-
Bintan2 hari agoJadi Ketua YKI Bintan, Hafizha Tegaskan Komitmen Putuskan Angka Kasus Kanker di Bintan
-
Batam2 hari agoSidang KKEP Putuskan PTDH Empat Anggota Polda Kepri Terkait Kasus Tewasnya Bripda NS
-
Headline2 hari agoGubernur Ansar Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi Strategis DPRD Provinsi Kepri
-
Kepri3 hari agoGubernur Ansar Kukuhkan Pengurus Purnabakti Kepri, Dorong Peran dalam Pembangunan Daerah
-
Batam1 hari agoNenny Dwiyana Nyanyang Pimpin Wanita Islam Kepri, Siap Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan
-
Bintan2 hari agoSekda Ronny Kartika Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar CPNS Bintan Angkatan XXI



