Connect with us

Batam

BREAKING NEWS: Banjir Lumpur Berasal dari Tambang Bauksit Genangi Ruas Jalan Utama di Kabil

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20240308 Wa0277
Dua titik ruas jalan utama arah pelabuhan Domestik Telaga Punggur tepatnya di seberang simpang Polsek Nongsa dan ruas jalan tak jauh dari TPA Punggur terendam banjir lumpur bercampur batu dari aktivitas tambang bauksit di bukit sekitar lokasi banjir..

Batam, Kabarbatam.com – Intensitas curah hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kabil, Kecamatan Nongsa sejak siang tadi mengakibatkan sejumlah titik ruas jalan utama mengalami banjir lumpur, Jum’at (8/3/2024) siang.

Pantauan wartawan Kabarbatam.com, setidaknya dua titik ruas jalan utama arah pelabuhan Domestik Telaga Punggur tepatnya di seberang simpang Polsek Nongsa dan ruas jalan tak jauh dari TPA Punggur terendam banjir lumpur bercampur batu bauksit yang diperkirakan mencapai ketinggian 40 cm.

Selain itu, banjir lumpur bercampur batu bauksit yang menerjang dua titik ruas jalan utama itu mengakibatkan sejumlah kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut.

“Waduh, kacau kalau seperti ini ceritanya pak. Kita harus hati-hati saat lewat di jalan ini. Selain jalan licin, material lumpur bercampur batu juga bikin kita was-was jadinya,” ujar Marsudi, salah satu pengguna jalan kepada Kabarbatam.com.

Masih pantauan Kabarbatam.com, material lumpur bercampur batu itu diketahui berasal dari aktivitas penambangan bauksit di bukit persis di tepi ruas jalan tersebut.

Img 20240308 Wa0278

Lumpur bercampur batu dengan mudahnya hanyut terbawa derasnya debit air hujan hingga membanjiri dua titik ruas jalan utama wilayah Punggur.

Dinas maupun pihak terkait diharapkan turun tangan untuk merespons dan menyikapi kondisi di lapangan, karena ruas jalan ini merupakan akses utama tidak hanya bagi masyarakat Kabil, tetapi juga pengguna jalan yang akan ke Pelabuhan Punggur maupun industri yang ada di Kabil.

Seperti diketahui, ruas jalan utama menuju Pelabuhan Telaga Punggur merupakan jalur yang kerap dilalui oleh pejabat tinggi maupun Forkompimda, termasuk tamu-tamu penting yang akan berkunjung ke Tanjungpinang atau Tanjunguban, dan wilayah lainnya.

“Kami berharap pemerintah menyikapi hal ini. Karena ini bukan yang pertama. Setiap kali hujan mengguyur kawasan Kabil, akses jalan utama ini tergenang air yang bercampur lumpyr dan juga material batu,”  harap Marsudi.

Hingga berita ini diturunkan, Kabarbatam.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait perihal dampak lingkungan yang ditimbul oleh aktivitas pengelolaan lahan di sekitar lokasi banjir. (Atok)

Advertisement

Trending