Natuna
Cen Sui Lan Perkuat Infrastruktur Strategis Natuna, Radar Canggih MMS-2 Siap Awasi Langit Perbatasan
Natuna, Kabarbatam.com – Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan, posisi strategis Natuna akan semakin memperkokoh kedaulatan Indonesia di udara. Dalam waktu dekat, wilayah perbatasan ini bakal diperkuat sistem radar canggih MMS-2 (Meteorological Monitoring System generasi ke-2) yang dioperasikan oleh BMKG Natuna.
“Langkah ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga kedaulatan. Ini tonggak penting dalam memastikan Indonesia mengelola ruang udaranya sendiri,” ujar Cen di Ranai, Selasa (11/11).
Cen menjelaskan, radar MMS-2 menjadi elemen vital dalam pengelolaan Flight Information Region (FIR) yang baru saja dialihkan dari Singapura ke Pemerintah Indonesia.
“Dalam perjanjian kerja sama, ada tiga radar MMS-2, dua ditempatkan di Natuna dan satu di Tanjungpinang,” katanya.
Perjuangan untuk mewujudkan proyek ini, menurut Cen, sudah ia rintis sejak lima tahun lalu, saat masih menjadi anggota Komisi V DPR RI dan bermitra dengan BMKG. Kini, sebagai Bupati Natuna, ia memastikan proyek tersebut terealisasi.
Kerja Sama Internasional
Cen Sui Lan sekaligus ketua delegasi Indonesia turut menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerja sama pengadaan radar MMS-2 di pabrik Leonardo GmbH, Jerman produsen radar berteknologi tinggi yang menjadi mitra PT LEN Industri (Persero) dan BMKG.

Managemen Leonardo Germany memberikan penjelasan sedetil detil nya kepada Tim FAT Indonesia tentang SOP Pengadaan 2 Radar Tercanggih di dunia yang ditempatkan di Natuna, dan 1 Radar tercanggih ditempatkan di Tanjungpinang Kepri sebagai dukungan Infrastruktur untuk pengelolaan FIR dari Singapura ke Pemerintah Indonesia. (Program pengadaan untuk pelaksaan FIR ini juga bagian dari perjuangan Cen Sui Lan ketika menjabat Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar Dapil Kepri)
Penandatanganan itu merupakan bagian dari kunjungan Factory Acceptance Test (FAT) untuk memastikan presisi dan kesiapan sistem radar MMS-2 sebelum dikirim ke Indonesia. Rencananya, radar akan dipasang di Natuna dan Tanjungpinang pada awal Januari 2026.
Proyek bernilai Rp 2 triliun ini didanai melalui skema pinjaman luar negeri (loan) dari Pemerintah Prancis.
Delegasi Indonesia terdiri dari Desta Nugraha (PT LEN Industri), Hanif Andi Nugraha (Direktur Infrastruktur BMKG), Dr. Yunus Subagyo Swarinoto (Direktur Program MMS-2 BMKG), Eko Wardoyo (Inspektur BMKG), Maulana Putra (Project Manager MMS-2), dan Rindang Septantara (Kepala Pengadaan BMKG).
Dari pihak Leonardo GmbH, hadir Andre Weipert (COO) dan Tobias Bogdan (Project Manager).
Sisi Teknis dan Kepentingan Strategis
Pengadaan tiga radar MMS-2 kepada Tim FAT Indonesia. Dua radar akan ditempatkan di Kabupaten Natuna, dan satu di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Cen menyebut, radar MMS-2 bukan sekadar alat pemantau cuaca.
“Radar ini memperkuat sistem meteorologi nasional sekaligus menjadi bagian penting dari infrastruktur pertahanan di kawasan perbatasan utara NKRI,” ujarnya.
Radar MMS-2 memiliki kemampuan mendeteksi curah hujan, badai, petir, dan awan konvektif secara real-time, dengan jangkauan hingga 480 kilometer. Sistem ini menggunakan teknologi Doppler C-Band dan dual polarization, serta terintegrasi dengan jaringan satelit nasional untuk peringatan dini cuaca ekstrem.
“Radar ini akan memperkuat pengamatan cuaca sekaligus menjadi instrumen strategis bagi keamanan wilayah udara dan laut Natuna,” tegas Cen. (Man)
-
Natuna2 hari agoDi Bawah Kepemimpinan Raja Mustakim, KPDN Perluas Peran Sosial
-
Batam2 hari agoSatgas Cegah Lebih dari 2.000 PMI Non Prosedural, Kapolda: Polda Kepri Segera Bentuk Direktorat TPPO
-
Parlemen3 hari agoKomisi I DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Mediasi Polemik Lahan Kavling Batuaji Baru
-
Batam3 hari agoDPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Pendapat Wali Kota soal Ranperda LAM
-
Batam3 hari agoNegosiasi Senyap Owner PT ADB Tak Goyahkan Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Bangkai Kapal Tongkang di Lingga
-
Headline2 hari agoKomandan Kodaeral IV Kobarkan Semangat Prajurit TNI AL saat Peringati Pertempuran Heroik Laut Arafuru
-
Natuna3 hari agoBelajar dari YouTube, BUMDes Sebelat Mulai Ternak Ayam Pedaging
-
Tanjungpinang2 hari agoBTS Diduga Tak Berizin di Air Raja Tanjungpinang Tetap Beroperasi, Warga Khawatirkan Dampak Radiasi



