Connect with us

Kepri

Cen Sui Lan: Presiden Jokowi Berharap Jembatan Batam-Bintan Rampung 2024

Published

on

Foto Cen Sui Lan, cen suijj

Batam,Kabarbatam.com – Presiden Joko Widodo berharap Jembatan Batam – Bintan (Babin) dapat diresmikan pada tahun 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Komisi V DPR RI Dapil Kepulauan Riau (Kepri), Cen Sui Lan.

”Seperti yang diharapkan Pak Jokowi agar pada Oktober 2024 mendatang beliau dapat meresmikan penggunaan jalan tol jembatan Batam-Bintan,” kata Cen Sui Lan, Rabu (6/10/2021).

Cen Sui Lan menjelaskan, bahwa program pembangunan jalan dan jembatan Batam-Bintan tetap sesuai jadwal.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR tetap bekerja keras sesuai dengan time line yang dibuat.

Bahkan dalam proses jika ada kekurangan teknis dan persyaratan seperti readines criteria yang menjadi penugasan kepada Pemerintah Provinsi Kepri.

“Seperti revisi Detail Engineering Design (DED) yang mana di dalamnya terdapat hasil dari Lab Sounder test titik pancang yang menjadi dasar untuk konstruksi tersebut dan di back up oleh pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR agar semua persyaratan yang untuk program ini masuk ke tahap lelang bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Cen Sui Lan menyampaikan, pemerintah pusat Kementerian PUPR sangat konsen bagaimana merealisasikan program jalan dan jembatan Batam-Bintan di Kepri agar dapat segera terealisasi.

Hal tersebut dibuktikan dengan kebijakan yang sudah diputuskan bahwa program ini dilaksanakan dengan pola Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pada bentangan Pulau Batam ke Tanjung Sauh, kata Cen, pemerintah menginventarisir dengan menganggarkan Rp3,34 triliun bersumber dari APBN yang menggunakan dana pinjaman utang luar negeri.

”Dana berasal dari Asian Infrastruktur Invesment Bank (AIIB) atau Bank Investasi Infrastruktur Asia yang terdiri dari 100 negara Asia dan berpusat di Beijing, Tiongkok,” kata Cen.

Cen Sui Lan berharap agar Pemprov Kepri menyelesaikan pembebasan lahan, DED yang sudah dibackup Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, izin lingkungan, Andal Lalin, AMDAL, serta persyaratan teknis lainnya, sebelum batas waktu 31 Oktober 2021 ini.

Termasuk penyelesaian ruas jalan pangkal di Batam. Cen Menyebut Pemprov Kepri mesti mengkoordinasikan dengan BP Batam secara baik.

Sedangkan untuk bentangan dari Tanjung Sauh menuju Bintan, Menurutnya hanya paralel saja.

Karena bentangan tersebut punya Request for Proposal, tersendiri dan punya DED tersendiri.

“Dan itu kan yang di KPBU, dengan nilai proyek Rp9,8 triliun ke pihak swasta. Jadi, ini tolong sambungkan semuanya yang tanggung jawab Pemprov Kepri. Ya di-clear-kan,” ujar Cen Sui Lan.

Sementara bentangan Tanjung Sauh ke Bintan yang sudah masuk market sounding, Cen mengatakan persiapan menunggu pihak PT Perusahaan Infrastuktur Indonesia (PII) BUMN mengajukan untuk meminta pelelangan.

Mengingat, proyek jalan dan jembatan Batam-Bintan ini menggunakan pola KPBU dengan BOT konsesi 50 tahun yang dioperasikan oleh swasta.

Dimana, proyek tersebut akan diserahkan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.

Ketika pihak Pemprov Kepri menyiapkan persyaratan teknis hingga akhir Oktober 2021 ini, Cen Sui Lan menegaskan dirinya akan mengawasi Kementerian PUPR agar program ini sesuai dengan batas waktu.

“Mengawasi di kementerian itu kan memang Tupoksi saya sebagai Anggota Komisi V DPR RI,” ucap Legislator Golkar ini. (*)

Advertisement

Trending