Connect with us

Natuna

Cen Sui Lan Tinjau Dapur MBG di Tanjung Kumbik, Dorong Pemerataan hingga Pulau Terluar

Published

on

IMG 20260301 WA0188
Bupati Natuna, Cen Sui Lan meninjau langsung dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tanjung Kumbik, Minggu (1/3), di sela agenda safari Ramadan bersama Wakil Bupati Jarmin dan jajaran Forkopimda.

Natuna, Kabarbatam.com – Bupati Natuna, Cen Sui Lan meninjau langsung dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tanjung Kumbik, Minggu (1/3), di sela agenda safari Ramadan bersama Wakil Bupati Jarmin dan jajaran Forkopimda.

Dalam peninjauan itu, Cen menilai fasilitas dapur MBG di wilayah pulau terluar tersebut sudah dalam kondisi baik. Ia memastikan pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan kepala Badan Gizi Nasional (BGN) agar dapur yang telah dibangun bisa segera difungsikan.

“Dapur MBG di pulau terluar ini sudah bagus. Kita akan segera koordinasi supaya bisa segera beroperasi,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 14 dapur MBG di daerah terluar Natuna yang telah dibangun. Namun, menurut Cen, kebutuhan di lapangan masih belum sepenuhnya terakomodasi.

Pemerintah daerah mengusulkan tambahan 16 dapur MBG baru untuk menjangkau sekolah-sekolah yang belum tersentuh layanan makan bergizi.

Cen menyoroti masih adanya sekolah yang distribusi makan bergizinya harus diantar menggunakan pompong. Kondisi geografis Natuna yang terdiri dari pulau-pulau kecil membuat distribusi tidak selalu efektif.

“Ada sekolah yang MBG-nya harus diantar pakai pompong. Ini tentu tidak tepat. Harus ada penambahan dapur agar layanan merata,” tegasnya.

Ia menekankan, program MBG tidak boleh menyisakan ketimpangan. Seluruh siswa di Natuna harus mendapatkan hak yang sama.

“Kita tidak mau ada ketidakmerataan. Kita tidak mau ada siswa yang tidak mendapat MBG,” katanya.

Selain pemerataan, Cen juga menggarisbawahi kewajiban penggunaan produk lokal dalam program tersebut. Ia meminta dapur MBG memprioritaskan hasil tani dan ternak masyarakat Natuna.

“Wajib konsumsi produk lokal. Berikan kesempatan kontribusi kepada masyarakat. Petani dan peternak harus terlibat. Tidak boleh sayur dari luar,” ujarnya.

Dengan tambahan usulan dapur baru, total kebutuhan dapur MBG di Natuna diproyeksikan mencapai 26 unit reguler, guna memastikan seluruh sekolah terlayani secara optimal. (Man)

Advertisement

Trending