Connect with us

Batam

Diduga Alami Over Dosis, Warga Perumahan BPD Batam Meninggal Dunia usai Divaksin

Published

on

Foto over dosis vaksin, vaksinasi, vaksinasi di batam, vaksinasi massal, Warga diduga over dosis vaksin
Jenazah alm Harjito (49), warga Perumahan BPD, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, saat disalatkan di masjid di lingkungan perumahan.

Batam, Kabarbatam.com – Diduga alami kelebihan dosis vaksin yang diberikan oleh vaksinator, Harjito (49), warga Perumahan BPD, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, meninggal dunia usai menjalani vaksinasi, Rabu (28/7/2021) kemarin.

Harjito (49), pria yang berprofesi sebagai petugas keamanan PT Sinkom Panasonic meninggal dunia setelah tervaksinasi sebanyak dua kali diwaktu yang bersamaan oleh petugas vaksinator.

Sebelum meninggal dunia, Harjito (49) sempat mengalami gejala muntah-muntah, pusing, sesak nafas hingga pada akhirnya meregang nyawa.

Ketua RT 01, RW 04, Perumahan BPD, Erry Syahrial menuturkan, pada tanggal 11 Juli lalu, Harjito (49) tervaksinasi sebanyak dua kali diwaktu yang bersamaan dengan petugas yang berbeda.

Pada saat itu, kata Erry, Harjito sempat bercerita bahwa setelah disuntik pertama, ia disuruh petugas atau relawan untuk duduk di kursi.

“Dia tak tau itu kursi orang yang belum disuntik. Kemudian, dia dipanggil dan diarahkan ke petugas vaksinator lagi. Harjito nggak sadar kalau mau disuntik lagi. Setelah selesai, baru sadar,” ungkap Erry Syahrial saat dihubungi wartawan, Kamis (29/7/2021).

Foto over dosis vaksin, vaksinasi, vaksinasi di batam, vaksinasi massal, Warga diduga over dosis vaksin

Setelah divaksin, malam harinya kami ada pertemuan warga di masjid, Harjito menyampaikan kepada kami bahwa dirinya divaksin selama dua kali lantaran adanya mis komunikasi antara vaksinator dengan vaksinator di meja lainnya.

Lanjut, Erry menyampaikan, kemudian pada tanggal 15 Juli, Harjito mengalami muntah-muntah, pusing, sesak nafas dan mencoba menghubungi dokter yang melakukan pengawasan vaksinasi, akan tetapi upaya yang dilakukan Harjito tak mendapat respon.

Sebelumnya, dokter yang mengaku sebagai penanggung jawab vaksinator telah menyarankan jika terjadi keluhan pasca vaksinasi, Harjito diharapkan segera memberitahu pihak dokter agar dapat diberikan penanganan selanjutnya.

“Akan tetapi, setelah Harjito mencoba menghubungi dokter tersebut melalui WA, tidak ditanggapi sama sekali sehingga Harjito mengabaikan kesehatan dan tetap bekerja,” ungkap Erry.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Juli seusai hari Raya Idul Adha, Harjito sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) hingga tanggal 28 Juli warga Perumahan BPD, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota ini meninggal dunia.

“Faktanya memang seperti itu, setelah melakukan vaksinasi kondisinya memburuk. Kemudian ada diakui bahwa ada dugaan mis komunikasi dari tim vaksinator dan tidak ditindak lanjuti, dan korban juga sudah melapor melalui WA namun tak ditanggapi,” jelas Erry.

Saat ini pihak keluarga Harjito (49) menginginkan kepastian, apakah kematiannya murni gara-gara divaksin atau ada faktor lainnya. Pada intinya pihak keluarga meminta pertanggung jawaban akibat kelalaian yang menyebabkan Harjito meninggal dunia.

Sebelumnya, kata Erry, pihak penyelenggara vaksinasi pernah menghubungi namun belum memberikan penjelasan yang cukup memuaskan.

“Kemarin malam pihak penyelenggara vaksinasi telah menghubungi saya dan pagi tadi pun juga menghubungi saya, namun penjelasan yang diberikan kepada kita bahwasanya korban murni Covid-19, bukan akibat kelalaian, sementara kita berkeyakinan bahwa meninggalnya gara-gara vaksin dan kelalaian,” jelasnya.

Atas peristiwa itu, pihak keluarga Harjito (49) meminta pertanggung jawaban sepenuhnya terhadap pihak penyelenggara vaksinasi.

“Harapan kami selaku pihak keluarga, pihak penyelenggara diharapkan dapat bertanggung jawab atas peristiwa ini dan memberikan keterangan yang jelas kenapa hal ini bisa terjadi. Bila perlu dari tim Gugus Tugas atau ahli yang membidangi ini untuk menjelaskan hal ini,” pungkasnya. (Atok)

Advertisement

Trending