Batam
Dilidik KPPU RI, Kadin Batam Kawal Dugaan Kartelisasi Tiket Feri Batam-Singapura
Batam, Kabarbatam.com -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam melaporkan dugaan kartelisasi tiket Ferry Batam-Singapura (pulang pergi) ke Kantor Wilayah (Kanwil) 1 Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti KPPU Kepri. Bahkan, laporan terakhir yang didapat Kadin, laporan dugaan kartelisasi itu dalam tahap penyelidikan.
Saksi-saksi sedang dimintai keterangan. Alat dan barang bukti juga sudah dikumpulkan Kanwil 1 KPPU.
Sekadar diketahui, Jadi Rajagukguk, Ketua Kadin Batam, menyurati Kanwil 1 KPPU RI dengan nomor surat 214/KADIN-BTM/KT/VII/2023, tertanggal 3 Juli 2023.
Isi surat itu melaporkan dugaan kartelisasi tiket feri Batam-Singapura pulang pergi.
Gayung bersambut, KPPU RI langsung menindaklanjuti surat tersebut. Tak memunggu waktu lama, dalam suratnya bernomor 199/ Wil.I/S/VII/2023 tanggal 5 Juli 2023, menyampaikan bahwa Kanwil 1 KPPU RI telah melakukan penyelidikan.

Tindaklanjuti itu pula telah dituangkan dalam surat nomor 09-83/DH/KPPU.Lid.L/IX/2022 tentang dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 terkait penetapan tarif tiket ferry Batam – Singapura.
“Kadin minta agar dugaan kartelisasi tiket feri ini diusut. Mengapa, karena pengusaha tour and travel mengeluhkan mahalnya tiket Batam-Singapura (pulang pergi).
Kadin Batam berharap agar kenaikan tiket ferry Batam-Singapura diturunkan dari Rp800. “Kami minta agar harga tiket Batam Singapura (pulaug pergi) ditinjau ulang. Tarifnya sangat membebani pelaku usaha,”
Awalnya, kata Jadi Rajagukguk, pihak operator tiket ferry menurunkan Rp100 ribu tiket Batam-Singapura (pulang pergi) dari Rp800 ribu menjadi Rp700 ribu.
“Usulan dari pengusaha tour and travel kalau harga Rp500 ribu masih wajar dan kompetitif. Tapi, pihak operator tak mau. Akhirnya, Kadin melaporkan dugaan kartelisasi,” ungkap Jadi.
Dampak mahalnya tiket ferry Batam-Singapura ini, kata Jadi, berimbas pada wisatawan dari Singapura ke Batam.

“Padahal, teman pengusaha tour and travel sudah menjalin kemitraan paket wisata Singapura, Batam, dan Malaysia. Mahalnya tiket Singapura-Batam atau sebaliknya Batam-Singapura (pulang pergi), otomatis wisatawan dari Singapura akan memilih ke Malaysia ketimbang Batam, karena ongkos lebih murah bisa ditempuh jalan darat,” ujar Jadi.
Sementara itu, Jadi membandingkan tiket Batam-Malaysia (pulang pergi) sekitar Rp500 ribu. Padahal, jarak tempuh Batam-Malaysia lebih jauh dan tentunya menghabiskan bahan bakar minyak (BBM) lebih banyak.
“Ini yang menjadi pertanyaan bagi rekan-rekan pengusaha. Jarak tempuh Batam Singapura yang lebih dekat dibandingkan Batam Malaysia bisa lebih mahal. Ini yang mesti ditelusuri oleh KPPU, siapa yang mengatur dan mengendalikan harga tiket tersebut,” tegasnya.
Seiring dengan balasan surat Kanwil 1 KPPU RI ini, kata Jadi, Kadin Batam menunggu aksi nyata atas laporan ini apakah sudah bisa ditingkatkan ke penyidikan (sidik). “Kami tunggu dan kasih waktu. Kalau tidak, Kadin akan menyurati lagi Kanwil 1 KPPU RI,” pungkas Jadi. (*)
-
Natuna14 jam agoPemkab Natuna Perketat Pengawasan Dana Desa, Dua Kades Diberhentikan Sementara
-
Headline3 hari agoOmbudsman Kepri Respons Rencana Pinjaman Pemprov ke BJB Rp400 Miliar
-
Headline16 jam agoWarga Batam Kini Bisa Terbang Langsung ke Kuala Lumpur, Harga Mulai Rp899 Ribuan
-
Batam2 hari agoPolsek Lubukbaja Tangkap Dua Pria Pengendali Narkoba di Apartemen Permata Residence Baloi
-
Batam1 hari agoKolaborasi KJK, Pemko Batam, Dunia Usaha dan Elemen Masyarakat Bersihkan Pantai Lagorap Nongsa
-
Batam1 hari agoAmat Tantoso: Media Harus Jeli Membaca Peluang di Tengah Gejolak Global
-
Batam3 hari agoBesok, KJK Gandeng Elemen Masyarakat pada Aksi Bersih Pantai Sambut HPN 2026
-
Batam3 hari agoWagub Nyanyang Jamin Stok dan Harga Beras Kepri Stabil



