Connect with us
Puri Selebriti Batam Himalaya Batam BSC Mall

Headline

Dinilai Tak Sejalan dengan Pemko Batam, Karang Taruna Mukakuning Dibekukan

Published

on

Foto Karang Taruna, Karang Taruna Batam

BATAM, KABARBATAM.com– Ketua Karang Taruna Kelurahan Mukakuning, Harianto menyayangkan keputusan Kelurahan Mukakuning yang membekukan Pengurus Karang Taruna Mukakuning, Kota Batam. Pembekuan itu dinilai sepihak dan tanpa melalui mekanisme sesuai AD/ART.
“Kami sesalkan, karena dilakukan tanpa adanya mediasi serta mekanisme yang benar sesuai AD/ART,” kata Harianto, Jumat (17/5/2019). Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, ia bersama beberapa pengurus mendatangi Kantor Kelurahan Mukakuning untuk meminta penjelasan lurah.
Sebelumnya, Pengurus Karang Taruna Kelurahan Mukakuning dibekukan melalui surat nomor 047/Sekrt/1001-MK/V/2019, pada 10 Mei 2019. Terdapat tiga point penjelasan pembekuan tersebut, di antaranya; pengurus Karang Taruna Kelurahan Mukakuning tidak sejalan dengan Pemerintah Kota Batam.
Hal tersebut dibantah Harianto. “Mana yang dianggap tidak sejalan dengan pemerintah? Apakah karena kami dianggap sering mengritik pemerintah, sehingga itu yang dianggap tidak sejalan dengan pemerintah? Ini yang harus dijelaskan lurah. Saya minta di jelaskan secara tertulis, namun lurah menolak,” kata Harianto saat hadir dalam pertemuan bersama Lurah Mukakuning.
Ia mengaku, Karang Taruna Kelurahan Mukakuning selama ini menjalankan kegiatan tidak menerima dana sedikitpun dari pemerintah dan selalu membuat kegiatan yang bersifat positif di masyarakat bersama semua pengurus dan tanpa mengharapkan pujian.
“Kalau masalah pemberitaan saya sebagai jurnalis mengritik Pemerintah Kota Batam, saya mempublikasikan itu berdasarkan data dan nara sumber, dan bukan kapasitas saya sebagai Ketua Karang Taruna atau membawa nama Karang Taruna,” ucapnya
“Tidak ada hubungannya Karang Taruna dengan profesi saya sebagai jurnalis, dan hak saya sebagai jurnalis menulis berita sesuai data yang saya punya. Jangan dicampur-adukkan,” tegasnya
Harianto mengatakan, jika keputusan pembekuan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan baik sesuai mekanisme yang ada, ia akan mengambil langkah sesuai aturan yang ada.
“Lurah tetap pada pendiriannya dan menyampaikan bahwa merasa tertekan. Kami akan lakukan langkah yang baik ke depannya. Dan dalam waktu dekat saya akan ajukan RDP di Komisi I DPRD kota Batam terkait hal ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Mukakuning menyatakan alasan pembekuan Karang Taruna dikarenakan kegiatan Ketua Karang Taruna Kelurahan Mukakuning sebagai jurnalis, dianggap tidak sejalan dengan pemerintah.
“Saya rasa apa yang ada di surat pembekuan sudah jelas dan sesuai Perwako. Ketua Karang Taruna Kelurahan Mukakuning juga sebagai jurnalis sering mengritik pemerintah (Pemko Batam), jadi tidak sejalan dengan program pemerintah,” ujarnya.
“Saya merasa tertekan dengan kegiatan Ketua Karang Taruna Kelurahan Mukakuning sebagai jurnalis ini, karena berita-beritanya selalu negatif tentang Pemko Batam,” jelasnya.
Heri Marhat, seorang penasehat Karang Taruna Kelurahan Mukakuningh menyatakan, pemberitaan Harianto di media tidak ada hubungannya dengan kegiatan Karang Taruna. Karena Ketua Karang Taruna menjalankan profesinya sebagai jurnalis.
“Masalah berita yang dimuat Ketua Karang Taruna itu tidak ada hubungannya dengan organisasi atau lembaga, dia kan menjalankan profesinya sebagai jurnalis,” cetus Heri.
Lukas, Sekretaris Karang Taruna Kelurahan Mukakuning juga merasa heran terkait pembekuan lembaganya. “Selama ini kami bekerja sekuat tenaga untuk membesarkan Karang Taruna Kelurahan Mukakuning dengan melibatkan pemuda-pemudi di Mukakuning,” Katanya.
Takdir, tokoh masyarakat yang hadir di rapat tersebut meminta kepada Lurah Mukakuning agar cukup memberhentikan Ketua Karang Taruna tanpa harus membekukan lembaganya. “Jika ada salah seorang pengurus melanggar aturan, bisa diberhentikan atau dipecat, namun lembaganya tetap jalan,” ujarnya.
“Kenapa tidak memecat ketuanya saja, jika melanggar aturan. Karena Kelurahan Mukakuning masih membutuhkan adanya Karang Taruna. Terlebih, Karang Taruna di Kelurahan Mukakuning baru ada pada tahun 2018,” ungkapnya.
Rapat pembahasan terkait pembekuan ini dihadiri Lurah Mukakuning, Hasan Siregar (Tokoh Masyarakat), Heri Marhat (Penasehat Karang Taruna), Harianto (Ketua Karang Taruna Mukakuning), Takdir (Tokoh Masyarakat), Syahabuddin (LPM Mukakuning), Lukas (Sekertaris Karang Taruna Mukakuning), Sertauli (Wakil Ketua Karang Taruna), Khoriah Hasibuan (Seksi Pendidikan Karang Taruna), Yopi Himawan Pedana. (bob)

Advertisement

Trending