Parlemen
DPRD Batam Minta BP Batam Cari Sumber Air Baru untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Batam, Kabarbatam.com– Rencana rationing atau penggiliran air bersih di Batam masih mendapatkan perhatian serius dari DPRD Kota Batam. Anggota Komisi III DPRD Batam, Thomas Arihta Sembiring bahkan meminta pemerintah, dalam hal ini BP Batam agar dapat mencari sumber air bersih baru.
Untuk diketahui bahwa Batam memiliki beberapa waduk atau dam untuk menampung sumber air baku bagi masyarakat dan industri. Sumber air tersebut yakni hujan dan air laut seperti di Waduk Seigong, Galang, Batam.
“Harapan kita agar BP Batam dapat mengatasi krisis air baku di Batam. Minimal BP Batam dapat mencari solusi terkait sumber air untuk diolah menjadi sumber air bersih, selain waduk yang telah ada,” ungkap Arihta Sembiring, Jumat (6/3/2020).
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini mengatakan, BP Batam seharusnya mampu untuk memanfaatkan teknologi atau metode lain agar ketersediaan air baku di Batam dapat tetap terpenuhi.
Dikatakan Arihta, upaya ini dapat dilakukan dengan research and development mengatasi situasi krisis air yang berlangsung saat ini di Batam. “Untuk penyulingan air laut itu adalah salah satu pemanfaatan teknologi. Namun, apabila pemeliharaan waduk sebagai reservoir air saja tidak dilakukan, bagaimana mau menyentuh ke arah sana,” katanya.
Sekadar diketahui, rencana penggiliran air atau rationing di Waduk Duriangkang akan dilakukan oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB). Namun rencana itu menuai pro dan kontra dari masyarakat. Karena waktu rationing yang dilakukan terbilang relatif lama, yakni mengalir lima hari, dua hari lainnya akan berhenti mengalir.
Anggota Komisi III DPRD Kota Batam Arlon Veristo meminta pihak PT ATB dapat bijak menyikapi hal ini. Menurut dia, waktu yang dibutuhkan dua hari itu bukan waktu yang singkat. Apalagi air bersih menjadi kebutuhan utama bagi sekitar 1,3 juta masyarakat Batam.
“Kiranya kebijakan ini dapat dievaluasi lagi. Pihak ATB mengakui bahwa memang ada penyusutan di Dam Duriangkang. Tapi kan masih ada Dam lain seperti di Tembesi. Seharusnya, kalau Dam Tembesi dialirkan masih mengatasi kendala ini. Kami minta agar kebijakan tersebut dapat dievaluasi lagi oleh ATB,” ujarnya.
Selain itu, Komisi III DPRD Batam yang membidangi pembangunan, sarana dan prasarana dan lingkungan hidup akan menghadirkan ATB untuk dilakukan rapat dengar pendapat (RDP). (wan)









-
Batam2 hari ago
Kesal Gegara Judi Slot, Wanita Muda di Batam Tikam Pacar hingga Tewas
-
Natuna3 hari ago
Pintu Masuk Wisatawan Mancanegara Makin Mudah, Lewat Malaysia ke Natuna
-
Headline3 hari ago
Sukseskan Mubes dan PSBM di Makassar, KKSS Kepri Utus 35 Orang Peserta dan Delegasi
-
Batam2 hari ago
Solusi untuk Kepri Menghadapi Tarif Impor yang Dikenakan Presiden AS Donald Trump
-
Batam18 jam ago
Ada Penggantian Gate Valve di Sei Harapan, Suplai Air di Tj Riau & Sekitarnya Mengalir Kecil
-
Batam1 hari ago
Merespon Kebijakan Tarif Impor-Ekspor AS: Ini Strategi BP Batam Pertahankan Pangsa Pasar Global
-
Bintan3 hari ago
Lebaran Ketiga, Bupati Roby Kurniawan Gelar Open House di Kediaman
-
Bintan11 jam ago
Meriahkan Syawal, Gubernur Ansar Hadiri Festival Lagu Hari Raya Idul Fitri di Kijang Bintan