Connect with us

Headline

Dulu Tak Dianggap, Pasir Kuarsa Kini Jadi Komponen Utama Industri Digital di Tanah Air

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20231009 55403
Ady Indra Pawennari.

Batam, Kabarbatam com – Seiring perkembangan industri digitalisasi di dunia, termasuk Indonesia, menjadikan pasir kuarsa kini jadi salah satu komponen utama dan pendukung dalam industri.

Selain industri digital, varian yang dihasilkan pasir kuarsa, juga menjadi bagian penting dalam industri alutsista, tidak hanya di dunia tetapi juga Indonesia.

Demikian disampaikan Ady Indra Pawennari, Ketua Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia (HIPKI) kepada Kabarbatam.com, Senin (9/10).

“Seperti yang diungkapkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, turunan produk pasir kuarsa/silika bisa mencapai 60 ribu. Dan semuanya menjadi komponen pendukung dan utama dalam industri, tidak hanya kaca tetapi juga industri digital dan alutsisra,” ungkap Ady.

Untuk di industri digital, pasir kuarsa menjadi kompenen utama pembuatan microchip yang umumnya ada di handphone, tablet dan lainnya. “Teemasuk mobil-nobil listrik yang tengah ramai diproduksi juga didukung oleh komponen dari bahan pasir kuarsa,” papar Ady..

Ady menyatakan bahwa, dulu pasir kuarsa sama sekali tak dianggap. Tidak memiliki nilai bisnis dan ekonomis. Seiring kemajuan zaman dan perkembamgan teknologi, pasir kuarsa kini mulai ramai dilirik sebagai komponen utama dan pendukung  di industri digital,  termasuk industti dan pabrik kaca.

“Di atas batu bara itu adalah pasir kuarsa. Dan dulunya dibuang begitu saja karena tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Yang diambil justru batu baranya. Tapi siapa sangka, sekarang pasir kuarsa banyak dilirik orang,” ungkapnya.

Ady menambahkan, berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2021, sumber daya pasir kuarsa di Indonesia mencapai 2 miliar ton, dengan cadangan (bagian dari sumber daya yang dinyatakan layak tambang) sekitar 330 juta ton.

“Sumber daya ini menyebar di 23 provinsi terutama di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, ” pungkas Ady. (war)

Advertisement

Nasional

Trending