Headline
Elva Alami Patah Tulang Akibat Tumpahan Solar Mobil ‘Pelansir’ di Jl Jenderal Ahmad Yani Tanjungpinang
Tanjungpinang, Kabarbatam.com – Tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang terjadi di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani, kilometer 4, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau memakan korban jiwa.
Seorang wanita bernama Elva, salah satu pengendara sepeda motor harus mendapatkan perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr. Midiyato Suratani setelah dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian tangan sebelah kanan serta luka-luka akibat kendaraan yang ditumpanginya tergelincir di ruas jalan tersebut.
“Ya benar, istri saya mengalami patah tulang dan luka-luka akibat tumpahan minyak solar tersebut. Ia tergelincir dari motor saat selepas pulang bekerja di ruas jalan itu. Namun, sangat di sayangkan, sejauh ini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu,” ujar suami korban, RK, Kamis (5/2/2026).
Menurut RK, tumpahan solar di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani itu, diduga kuat berasal dari aktivitas hilir mudik mobil pelansir BBM bersubsidi jenis solar yang beroperasi bebas di wilayah Tanjungpinang.
“Pelansir solar banyak sekali di Tanjungpinang dan kejadian seperti ini sudah berulang-kali terjadi. Tetapi, tidak ada tindakan tegas yang dilakukan pihak berwenang. Mereka dapat uang, masyarakat jadi korban,” ungkap RK.
Lanjut, RK menyampaikan, insiden tumpahan solar di jalan Jenderal Ahmad Yani, Tanjungpinang mengakibatkan setidaknya 10 orang harus menjalani perawatan medis di IGD Rumah Sakit.
Sejauh ini, tidak ada satupun pihak yang bertanggung jawab dalam insiden itu.
“Kami berharap aparat penegak hukum di Tanjungpinang dapat menindak tegas para terduga pelaku pelansir solar ilegal ini. Kami masyarakat sudah sangat diresahkan,” tegas RK.
Informasi yang berhasil dihimpun pewarta, aktivitas penimbunan BBM jenis solar di wilayah Tanjungpinang saat ini cukup marak. Mereka, dengan leluasa melancarkan bisnis terselubung itu demi meraup keuntungan sepihak.
Tak sedikit, masyarakat harus menjadi korban akibat ulah mobil-mobil pelansir solar ini. Tumpahan solar yang diangkut saat melansir BBM itu kerap kali tumpah di ruas jalan dan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Tanjungpinang.
Selain itu, masyarakat juga menilai, bahwa lemahnya pengawasan Aparat Penegak Hukum (APH) juga perlu menjadi perhatian serius agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali.
Meski tumpahan solar ilegal telah dibersihkan dari ruas jalan itu, tentu peran dan perhatian pemerintah daerah, dalam hal ini dinas terkait bersama instansi dan lembaga, terkait juga harus mengatensi khusus peristiwa ini. (Atok)
-
Batam2 hari agoAda Gangguan Pelayanan Air Bersih di IPA Mukakuning 1 & 2, Ini Wilayah Terdampak Suplai Air Mengecil
-
Batam1 jam agoEnam Oknum Petugas BC Batam Diduga Keroyok Sopir Truk di Pelabuhan Roro Punggur
-
Headline3 hari ago“Sejauh Doa Cahaya Batam” Bukti Kreativitas Anak Batam di Bidang Perfilman
-
Headline1 hari agoDi Antara Abu dan Harapan, Rumah Maryani Akan Berdiri Kembali
-
Batam2 hari agoRute Singapura – Batam Semakin Dekat dengan AirFish Voyager
-
Bintan3 hari agoTerus Lahirkan Wirausaha Muda, Bupati Roby Buka Pelatihan Keahlian Barber
-
BP Batam2 hari agoGotong Royong Bersama RSBP Batam, Jadikan Kebersihan Budaya Kerja Berkelanjutan
-
Headline2 hari agoBazar Pangan Murah Bulog Batam Diserbu Warga Karimun, Minyakita dan Beras Jadi Rebutan



