Connect with us

Batam

Fakta Baru Kematian LC Muda di Batam: Korban Diduga Dianiaya, Alami Lebam di Sekujur Tubuh

Published

on

IMG 20251130 WA0210
Foto korban semasa hidup. (Foto: ist)

Batam, Kabarbatam.com – Fakta baru dugaan pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini wanita muda Lady Companion (LC) di tempat hiburan malam perlahan Batam mulai terungkap. Korban sempat alami penyiksaan hingga tewas.

Informasi yang berhasil di peroleh wartawan, sebelum tewas korban sempat mengalami penyiksaan begitu keji oleh terduga pelaku yang tak lain merupakan agensi KTV karaoke berinisial WLS.

“Korban dibawa oleh WLS dalam keadaan diborgol pada kedua tangannya. Ia mengalami kekerasan, disiram air menggunakan selang selama berjam-jam hingga menggigil, lalu dipukul dan ditendang berkali-kali,” ungkap sumber.

Selain itu, sumber juga menambahkan, bahwa selama penyiksaan, kondisi korban terus melemah. Pemeriksaan awal pihak medis menguatkan kesaksian tersebut bahwa ditemukan memar hampir di seluruh tubuh, termasuk bagian punggung, lengan, dan paha.

Saat ini pihak Kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus ini. Terduga pelaku berinisial WLS telah diamankan Polsek Batu Ampar.

“Benar, pelaku sudah diamankan. Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku untuk memperjelas peran nya masing-masing sembari menunggu hasil resmi autopsi,” ungkap Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah saat dikonfirmasi kabarbatam.com, Minggu (30/11/2025).

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita muda bernama Dwi Putri Aprilian Dini, kelahiran 16 April 2000 asal Lampung, ditemukan tewas di duga dibunuh di sebuah mess kawasan Jodoh Permai Blok D 28, Sabtu (29/11/2025).

Diketahui, Dwi Putri Aprilian Dini berprofesi sebagai pemandu lagu atau biasa disebut Lady Companion (LC) tempat hiburan malam karaoke (KTV) di wilayah Batam.

IMG 20251130 WA0209

Informasi yang berhasil dihimpun, ditemukan ada sebuah kejanggalan pada kematian wanita muda itu. Dugaan pembunuhan diawali dari upaya pelaku untuk menghilangkan jejak.

Berdasarkan penelusuran lapangan, jasad korban diduga sengaja dibawa oleh pelaku, yang disebut sebagai seorang agensi karaoke berinisial WLS, ke Rumah Sakit Elisabeth Sagulung. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk memanipulasi kondisi temuan jenazah agar kasus pembunuhan itu terlihat seperti insiden bukan kriminal.

Bahkan, dugaan pembunuhan itu diperkuat dengan bukti bahwa korban terakhir kali terlihat bersama pelaku pada malam sebelum kejadian.

Mess yang menjadi lokasi penemuan jasad kini sudah dipasangi garis polisi dan dijaga ketat. Para penghuni di sekitar lokasi mengaku terkejut dan tidak menduga bahwa sebuah peristiwa pembunuhan terjadi begitu dekat dengan lingkungan mereka.

Kanit Polsek Sagulung, Iptu Harris Anwar, membenarkan bahwa pihaknya sempat menerima laporan adanya jasad korban yang tiba di Rumah Sakit Elisabeth Sagulung dengan indikasi kuat sebagai korban pembunuhan.

Namun, setelah melakukan pemeriksaan awal dan meninjau kronologi yang disampaikan pelapor, Harris menegaskan bahwa TKP berada di wilayah hukum yang berbeda.

“Ya, ada anggota yang ke Rumah Sakit Elisabeth Sagulung. Dari pemeriksaan awal, benar itu adalah kasus pembunuhan. Namun setelah ditelusuri, TKP berada di wilayah Polsek Batu Ampar, jadi kami kembalikan penanganannya ke sana,” tutup Harris.

Menurut informasi yang diperoleh wartawan, tak butuh waktu lama, Satreskrim Polresta Barelang berhasil menangkap seorang pria bernama WLS, yang dikenal sebagai papi atau agen LC dan diduga kuat merupakan otak pelaku pembunuhan terhadap korban.

“Pelaku sudah diamankan dan lokasi mess di kawasan Jodoh Permai sudah dipasang garis polisi,” ujar warga.

Warga tersebut juga menjelaskan bahwa sejumlah LC yang tinggal maupun bekerja bersama korban telah dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Sementara itu, jenazah korban telah diberangkatkan ke Palembang untuk dimakamkan di kampung halamannya oleh pihak keluarga.

“Beberapa Ladies Company (LC) sudah diperiksa sebagai saksi oleh polisi. Korban juga sudah diberangkatkan ke Palembang untuk dimakamkan. Pelaku sekarang diamankan di Polsek Batu Ampar,” tutupnya. (Atok)

Advertisement

Trending