Connect with us

Batam

Gegara Terima Mie Lontong dari Tetangga, Pria Ini Tega Bunuh Sang Istri

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20210314 143714
Pelaku pembunuhan berhasil diamankan Polda Kepri bersama Polsek Lubukbaja.

Batam, Kabarbatam com – Nasib naas dialami oleh wanita muda berinisial AK (28). Ia meregang nyawa setelah dibunuh oleh suami tercinta hanya gegara masalah sepele.

Sontak, peristiwa maut ini menggemparkan warga Hang Kasturi RT 03/RW 01 Kelurahan Tanjunguma, Kecamatan Lubuk Baja, Kamis (11/3/2021).

Tak butuh waktu lama, pelaku berinisial TS (28) yang merupakan suami dari korban AK (28) ini berhasil diamankan oleh Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri dan unit Reskrim Polsek Lubuk Baja pada hari Jum’at (12/3/2021).

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri dan unit Reskrim Polsek Lubuk Baja, pelaku TS (28) mengakui apa yang telah diperbuat terhadap orang yang dicintainya itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, kejadian ini bermula pada saat pelaku TS (28) pada Kamis (11/3/21) sekira pukul 19.00 WIB sepulang dari rumah abang kandung pelaku.

“Sesampainya dirumah, pelaku melihat sang istri tengah makan mie lontong putih pemberian tetangganya dan pelaku menegur korban dengan mengatakan,” Kan sudah saya bilang dari dulu, kalau ada yang ngasi kamu makan tunggu saya dulu balik ke rumah, kita nggak tau makanan apa yang diberikan sama orang,” ujar Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto menuturkan keterangan pelaku, Minggu (14/3/2021).

Tak hanya itu, karena merasa kesal, pelaku langsung menendang wajan yang berisikan minyak goreng dan minyak tersebut tumpah kelantai. Lalu korban melawan dan mengatakan “Aku udah capek-capek goreng kerupuk, kamu tumpahkan minyak itu”. Dan terjadilah adu mulut antara pelaku dengan korban.

“Karena emosi, tiba-tiba korban memukul bagian bahu kiri pelaku, dan pelaku membalas dengan pukulan ke arah wajah korban. Lalu, korban keluar ke ruang tamu sambil cek-cok mulut dengan pelaku dan korban kembali mendorong pelaku dari belakang hingga tersungkur ke depan kulkas,” ungkap Arie Dharmanto.

Setelah korban mendorong pelaku hingga tersungkur, pelaku melihat ada sebilah pisau di atas kulkas dan mengambil pisau tersebut, lalu melemparkan pisau kearah leher sebelah kiri korban.

“Mengetahui pisau tersebut tertancap dileher korban, kemudian pelaku mencabutnya dan meletakkan pisau tersebut di ruang tamu,” bebernya.

Lanjut Arie Dharmanto menyampaikan, pada saat itu pelaku sempat berteriak minta tolong, namun warga tidak ada yang merespon sehingga ia bersama kedua anaknya membawa korban ke klinik bidan Santi di Tanjung Uma. Karena mengalami pendarahan yang cukup hebat, di klinik tersebut korban ditolak sehingga pelaku membawa korban ke Puskesmas Lubuk Baja.

“Sesampainya di Puskesmas Lubuk Baja, karena korban mengalami pendarahan yang cukup hebat pihak puskesmas kembali menolak dan akhirnya dengan menggunakan sepeda motor, pelaku yang pada saat itu ditemani satu orang warga membawa korban ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan,” jelasnya.

Setelah korban mendapatkan penanganan medis, pelaku kembali ke rumahnya dan mengambil pisau yang berlumuran darah tersebut, lalu mencucinya kemudian menyimpan pisau itu dikamar mandinya.

“Setelah pelaku kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan korban, korban telah dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani proses selanjutnya,” tutur Arie Dharmanto.

Diberitakan sebelumnya, Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri bersama unit Reskrim Polsek Lubuk Baja berhasil mengamankan pelaku penikaman terhadap AK (28) wanita yang tengah hamil enam bulan.

Mirisnya lagi, AK (28) yang tengah hamil enam bulan ini dihabisi nyawanya oleh orang yang dicintainya yakni suaminya sendiri berinisial TS (28) di rumahnya yang beralamat Hang Kasturi RT 03/RW 01 Kelurahan Tanjunguma, Kecamatan Lubuk Baja, Kamis (11/03/2021).

Saat ini pelaku berhasih diamankan oleh pihak Kepolisian guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Atok)

Advertisement

Trending