Headline
Gerakan Mahasiswa Kepri Bentangkan Spanduk SAVE BP BATAM

BATAM, KABARBATAM.com– Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar aksi di Bundaran Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (2/5/2019). Mereka membentangkan spanduk bertuliskan Save BP Batam, Save Batam.
Aksi membentangkan spanduk itu berjalan tertib. Tampak jelas, tulisan Save BP Batam dan Save Batam dengan huruf kapital dengan background hijau, menarik perhatian pengendara yang melintasi Bundaran BP Batam. Aksi yang diikuti belasan mahasiswa itu berjalan tertib.
“Ini bentuk kepedulian kami kepada Batam, khususnya BP Batam. Kami ingin mengajak mahasiswa dan masyarakat bersama-sama menyelamatkan BP Batam dari kepentingan politik praktis,” ujar Fahrurrozi, koordinator aksi, Kamis (2/5/2019).
Aksi ini diawali dari momentum kedatangan BJ Habibie ke Batam, pada Senin-Selasa (29-30/4/2019). Saat itu, Fahrurrozi bersama sejumlah mahasiswa ingin bertemu dengan Bapak Pembangunan Batam untuk berdiskusi dan menyampaikan beberapa masukan.
“Namun ketatnya penjagaan petugas keamanan saat itu, kami urung bertemu BJ Habibie. Kami lalu memutuskan bertemu putranya, Ilham Habibie. Dalam pertemuan, kami berdiskusi sebentar dan memberikan brosur, yang di antaranya berisi tagar Save BP Batam dan Save Batam,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, belasan mahasiswa Gema Kepri menggelar aksi lanjutan di Bundaran BP Batam. Aksi tersebut, kata Fahrurozi tak lain untuk mengajak masayarakat bersama menyelamatkan BP Batam, di antaranya dari kepentingan politik oleh pihak-pihak yang ingin menguasai lembaga tersebut.
“Termasuk kebijakan soal ex-officio yang terus digaungkan selama ini, bahkan menjelang pemilu, sehingga kami beranggapan bahwa hal tersebut dipolitisir yang pada akhirnya untuk memuluskan kepentingan pemilu kelompok tertentu,” ujarnya.
Gema Kepri, kata Fahrurrozi, menyayangkan adanya upaya oleh pihak tertentu yang ingin “menguasai” BP Batam. Padahal jika ingin memahami lebih jauh, sambung Fahrurrozi, BP Batam bukanlah kantor pemerintahan, melainkan badan layanan umum yang berada di bawah naungan kementerian yang bersifat profesional, sehingga harus jauh dari kepentingan politik.
“Kami tidak ingin BP Batam yang sudah berjasa membangun Batam selama ini, kemudian terciderai dan kehilangan arah dalam meneruskan pembangunan di Batam karena adanya kepentingan politik untuk menguasai lembaga tersebut. Terlebih, kita ketahui bahwa BP Batam masih diberi kewenangan oleh negara mengelola WTO, lahan, dan aset-aset lainnya,” kata Fahrurrozi.
Setelah menggelar aksi membentangkan spanduk Save BP Batam dan Save Batam, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib. (*)









-
Batam22 jam ago
Kesal Gegara Judi Slot, Wanita Muda di Batam Tikam Pacar hingga Tewas
-
Natuna1 hari ago
Pintu Masuk Wisatawan Mancanegara Makin Mudah, Lewat Malaysia ke Natuna
-
Headline1 hari ago
Sukseskan Mubes dan PSBM di Makassar, KKSS Kepri Utus 35 Orang Peserta dan Delegasi
-
Batam2 hari ago
Ada Interkoneksi Pipa di Sei Harapan Sekupang, Ini Wilayah Terdampak Aliran Air Mengecil
-
Natuna2 hari ago
Momen Lebaran Masih Hangat di Natuna, Sejumlah Tokoh Politik Bersilaturahmi
-
Batam4 jam ago
Solusi untuk Kepri Menghadapi Tarif Impor yang Dikenakan Presiden AS Donald Trump
-
Bintan1 hari ago
Lebaran Ketiga, Bupati Roby Kurniawan Gelar Open House di Kediaman
-
Headline2 hari ago
Halal Bi Halal Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Masyarakat Sambut Gembira Hari Kemenangan